Pengobatan Diabetes Dengan Bawang Putih

Pengobatan Diabetes Dengan Bawang Putih

Pengobatan Diabetes Dengan Bawang Putih

Pengobatan Diabetes Dengan Bawang Putih – Ternyata, pengaruh dari beberapa kandungan bawang putih mampu mencegah komplikasi diabetes. Sejumlah kandungan pada bawang putih telah dilakukan penelitian bahwa beberapa senyawa bawang putih mempunyai pengaruh dalam merawat dan pengobatan altternatif untuk diabetes. Orang-orang dahulu sudah menjadikan bawang putih sebagai obat untuk berbagai penyakit, selain untuk bahan kuliner.

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan produksi insulin yang abnormal dan variabel sehingga meningkatkan resistensi insulin yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Kontrol diabetes yang buruk dapat juga menyebabkan komplikasi diabetes seperti peningkatan kadar total kolesterol, gangguan jantung, stroke hingga kematian dini penyandang diabetes.

 

Bagaimana Pengobatan Diabetes Dengan Bawang Putih ?

Lalu, apa pengaruh kandungan bawang putih untuk pengobatan diabetes ? Berikut adalah penjelasannya:

 

  1. Kandungan allicin bawang putih untuk mencegah kolesterol tinggi diabetes

Allicin, adalah senyawa utama bawang putih yang menimbulkan bau yang menyengat. Pada sebuah uji klinis menemukan bahwa pengobatan diabetes dengan bawang putih ditemukan dalam allicin yang terkandung didalamnya yang menderita kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Pengobatan diabetes dengan bawang putih berperingkat A, baik untuk efektivitas dan dinilai aman untuk mengobati kolesterol tinggi.

Pada tingkat kolesterol yang tinggi pada diabetesi, ini dapat membuat masalah jangka panjang, seperti aterosklerosis. Arteriosclerosis adalah suatu kondisi di mana lemak menumpuk dan berkembang di dinding arteri sehingga menyumbat dan menghambat aliran darah. Komplikasi umum dari arteriosclerosis adalah serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu menjaga kadar normal dari total kolesterol bagi penyandang diabetes adalah penting untuk kesehatan jantung dan otak.

 

  1. Bawang putih menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin

Sebuah studi baru menemukan bahwa mengkonsumsi pengobatan diabetes dengan bawang putih karena bisa mengurangi kadar gula darah penderita diabetes, serta menawarkan manfaat lain dalam pengobatan dari gangguan metabolik pada diabetesi. Meski demikian, banyak penelitian juga merekomendasikan, untuk mengonsumsi bawang putih untuk menurunkan gula darah harus dengan bimbingan dokter Anda.

Pengobatan Diabetes Dengan Bawang PutihPara ilmuwan juga menemukan bahwa penggunaan suplemen bawang putih dengan jumlah yang direkomendasikan, bisa menawarkan manfaat lainnya untuk pasien diabetes. Mengonsumsi bawang putih mentah atau dimasak, dapat membantu untuk mengatur glukosa darah dan berpotensi menghentikan atau menurunkan efek dari beberapa komplikasi diabetes, memerangi infeksi , mengurangi tumpukan kolesterol jahat dan membantu memperlancar aliran darah.

 

  1. Bawang putih dapat mencegah komplikasi diabetes

Sebuah penelitian di Jepang, menemukan bahwa tablet atau suplemen yang mengandung alaxin dan vanadium, merupakan beberapa mineral penting bawang putih yang dapat mengurangi kadar gula darah pada sebuah hewan uji. Penelitian ini telah membuktikan bahwa pengobatan diabetes dengan bawang putih dapat memberikan manfaat untuk penderita dalam rangka menurunkan gula darah mereka sehingga pengobatan diabetes dengan bawang putih lebih efektif untuk mencegah komplikasi diabetes akibat hiperglikemik.

Dari sumber yang sama juga menerbitkan hasil penelitian lain, mereka menemukan bahwa minyak atsiri pada bawang putih juga mampu merawat diabetes untuk mencegah komplikasi penyakit jantung. Studi yang ditulis di majalah “Medical News Today” menyimpulkan bahwa pengobatan diabetes dengan bawang putih memiliki potensi signifikan untuk mencegah suatu bentuk penyakit jantung yang merupakan penyebab utama kematian pada pasien diabetes.

 

  1. Bawang putih mencegah risiko komplikasi kardiovaskular dan kardiomiopati diabetes

Apa itu kardiomiopati? Kardiomiopati adalah bentuk umum dari penyakit jantung yang sering menimpa penderita diabetes. Komplikasi diabetes kardiomiopati mempengaruhi dan melemahkan jaringan otot pada jantung sehingga pasien diabetes yang tak terkontrol rentan risiko kardiovaskular dan kardiomiopati.

Sebuah studi di Amerika telah menemukan bahwa minyak atsiri pada bawang putih dapat melindungi terhadap penyakit jantung pada populasi umum, yaitu kardiovaskular dan kardiomiopati serta membantu kontrol normal kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes. Para peneliti percaya bahwa perubahan positif dikaitkan dengan sifat antioksidan kuat dari minyak bawang putih berkontribusi yang positif untuk melindungi jantung.

Pengobatan diabetes dengan bawang putih juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Proses pengobatan diabetes dengan bawang putih ini terjadi ketika senyawa belerang masuk ke dalam sel darah merah dan dikonversi menjadi hidrogen sulfida, yang berperan untuk melebarkan pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah. Manfaat lain dari senyawa sulfur bawang putih telah terbukti membantu mencegah trombosit dalam darah menjadi terlalu lengket, sehingga menurunkan risiko membentuk bekuan darah.

 

 

 

Pengobatan Diabetes Dengan Bawang Putih

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Prediabetes Tipe 2

Gejala Prediabetes Tipe 2

Gejala Prediabetes Tipe 2

Gejala prediabetes tipe 2 yang terjadi pada seseorang kadang tidak menampakan tanda-tanda khusus yang menjadi patokan agar bisa ditegakkan vonis bahwa orang tersebut dipastikan menderita prediabetes.

Kadang, orang yang mengalami gejala prediabetes tipe 2 tidak menyadari bahwa telah terjadi suatu perubahan dalam tubuhnya, dan ketika gula darah meningkat dia merasa kehausan dan membuang air kecil secara berlebihan. Namun, dokter sudah memvonis bahwa dia sudah menderita diabetes tipe 2.

Meskipun tidak menampakkan tanda-tanda atau gejala khusus, tetapi gejala prediabetes tipe 2 hingga vonis pun dapat ditegakkan berdasar tes uji darah dan faktor penyebab prediabetes. Berikut adalah beberapa penjelasan singkat mengenai cara uji terhadap ciri-ciri prediabetes

 

Cara Deteksi Gejala Prediabetes Tipe 2 Berdasarkan Faktor Penyebab

Berikut adalah bebeberapa kemungkinan orang yang perlu diuji dan dideteksi gejala prediabetes tipe 2 dengan melihat faktor penyebab dan sejarah medis:

 

  1. Jarang aktifitas fisik

Biasanya, orang usia 40 tahun ke atas yang jarang melakukan aktifitas fisik maka ukuran pinggang akan membesar akibat tumpukkan lemak. Tumpukkan lemak sub kutan di pinggang dapat menghasilkan hormon tertentu yang menjadi lawan dari insulin sehingga tingkat sensitifitasnya berkurang. Pada lemak perut mereka ada tanda seperti garis-garis putus.

 

  1. Bercak-bercak hitam di kulit (Acanthosis Nigricans)

Orang yang memiliki resistensi insulin tingkat parah yang sudah masuk ke tahap prediabetes, biasanya mempunyai tanda-tanda bercak hitam di leher. Kadang, bercak-bercak hitam juga muncul di siku, lutut, buku-buku jari, dan ketiak. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki tanda-tanda resistensi insulin yang parah seperti itu.

 

  1. Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes

Keturunan adalah salah satu penyebab diabetes, jika Anda menderita diabetes tipe 2 maka kemungkinan besar pada salah satu saudara kandung juga akan bernasib sama.

 

  1. Mempunyai riwayat melahirkan bayi besar

Pernah melahirkan bayi makrosomia dengan berat lebih dari 4 kg. Ini terjadi karena ibu memiliki kadar gula darah yang tinggi selama kehamilan (gestasional diabetes).

 

  1. Ada riwayat tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah Gejala Prediabetes Tipe 2kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Pernah mengalami tekanan darah tinggi, atau memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg berarti Anda mempunyai faktor risiko terkena gejala prediabetes tipe 2.

 

  1. Kadar kolesterol tak terkontrol

Kadar kolesterol HDL di bawah 35 mg / dL, dan atau memiliki tingkat trigliserida di atas 250 mg / dL Ini terjadi akibat asam lemak menumpuk dalam darah akibat menurunnya tingkat sensitifitas insulin, atau minimnya aktifitas fisik. Kadang, makanan juga mempunyai pengaruh gejala prediabetes tipe 2.

 

Deteksi Gejala Prediabetes Tipe 2 dengan Tes darah

Jika orang mempunyai riwayat medis seperti diatas, maka perlu dilakukan uji tes darah untuk meyakinkan hasil deteksi mengenai positif atau tidaknya prediabetes. Ada beberapa tes untuk uji darah untuk melengkapi vonis terhadap gejala prediabetes tipe 2, yaitu

  • Tes HbA1c pada 5.7% – 6.4% maka itu menunjukkan gejala prediabetes tipe 2.
  • Tes glukosa darah puasa pada 100 mg/dl – 125 mg/dl. Tes ini dilakukan setelah 8 jam pasien berpuasa, dan untuk mendapatkan data akurat biasanya tes dilakukan pada pagi hari.
  • Tes toleransi glukosa oral (OGTT), dilakukan setelah 2 jam pasien diberi cairan manis oleh perawat, hasil menunjukkan pada tingkat glukosa darah antara 140 mg/dl – 199 mg / dL, maka ini menunjukkan ciri-ciri pradiabetes.

 

Jika Anda telah dideteksi lengkap seperti gejala prediabetes tipe 2 di atas dan divonis positif prediabetes oleh dokter, sebaiknya Anda melakukan perubahan untuk mencegah prediabetes menjadi diabetes tipe 2. Dokter atau ahli diabetes akan memberikan pengobatan dan panduan khusus untuk menangani kasus Anda. Semoga bermanfaat..

 

 

Gejala Prediabetes Tipe 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penanganan Anemia Diabetes Melitus

Penanganan Anemia Diabetes Melitus

Penanganan Anemia Diabetes Melitus

Penanganan anemia diabetes melitus tergantung pada penyebab dan berat ringan nya kasus anemia. Misalnya, jika anemia karena kehilangan darah akibat pendarahan yang tidak parah, mengidentifikasi sumber perdarahan dan menghentikannya akan sering cukup untuk membalikkan keadaan.

Untuk penyebab lain atau kasus yang lebih serius, langkah-langkah lain mungkin perlu diambil, seperti mengobati penyakit yang mendasarinya, mengambil vitamin atau suplemen mineral, dan membuat perubahan pola makan.

Dalam semua kasus, dibutuhkan waktu bagi tubuh untuk membuat perubahan sel-sel darah merah yang sehat, sehingga seseorang cenderung merasa lebih baik secara bertahap. Karena anemia dapat kambuh disuatu waktu, tergantung pada penyebabnya, langkah-langkah yang diambil untuk mengobatinya mungkin perlu dilanjutkan untuk mencegah kekambuhan

 

  1. Penanganan Anemia Diabetes Melitus Akibat Penyakit Ginjal

Jika Anda memiliki masalah ginjal, Anda harus berada di bawah perawatan seorang nephrologist, seorang dokter yang khusus menangani penyakit ginjal. Penanganan anemia diabetes melitus terkait dengan penyakit ginjal dapat mencakup langkah-langkah untuk mengobati anemia dan langkah-langkah untuk meningkatkan fungsi ginjal (atau mencegah dari semakin memburuk).

Juga penting untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut dengan mempertahankan kadar glukosa darah se normal mungkin dengan tingkat tekanan darah di bawah 130/80 mm Hg. Jika kerusakan ginjal Anda sudah parah, mungkin Anda mungkin perlu dialisis atau transplantasi ginjal. Tidak peduli seberapa parah penyakit ginjal Anda, Anda harus bertemu dengan seorang ahli diet profesional untuk membantu Anda dengan pilihan makanan terbaik.

Orang dengan diabetes dengan penyakit ginjal memiliki kebutuhan makanan yang agak berbeda dari orang-orang yang memiliki diabetes yg tidak ada penyakit ginjal. Secara khusus, mereka membutuhkan pedoman diet individu untuk protein, kalium, fosfor, dan asupan cairan, serta untuk asupan karbohidrat.

 

  1. Penanganan Anemia Diabetes Melitus Akibat Gagal Jantung

Penanganan anemia diabetes melitus berikutnya ambil obat yang diresepkan dokter, dan mengikuti rencana gaya hidup sehat. Pantau kenaikan berat badan dan melaporkan setiap perubahan kepada tim perawatan kesehatan Anda. Kenaikan berat badan yang cepat memberi arti bahwa fungsi jantung Anda memburuk, juga menunjukkan ada cairan terakumulasi di suatu tempat di tubuh Anda.

 

  1. Penanganan Anemia Diabetes Melitus Akibat Obat Diabetes

Setiap Anda mengambil metformin atau thiazolidinedione, meminta penyedia layanan kesehatan Anda untuk memeriksa apakah Anda mengalami anemia. Jika hasil lab Anda menunjukkan tingkat vitamin B12 rendah, Anda dapat diresepkan suplemen B12.

Jika hematokrit dan hemoglobin yang rendah, dosis dapat dikurangi, Anda mungkin disarankan untuk makan lebih banyak makanan yang tinggi zat besi, atau mungkin disarankan untuk mulai mengambil suplemen.

 

  1. Penuhi Gizi Dan Vitamin Selama Penanganan Anemia Diabetes Melitus
Penanganan Anemia Diabetes Melitus

Penanganan Anemia Diabetes Melitus

Makanan yang kaya zat besi termasuk daging sapi, unggas, ikan, kerang, dan tiram mungkin akan memberikan gizi yang cukup, namun Anda harus menghilangkan lemak dari daging. Zat besi dalam makanan yang berasal dari hewan seperti ini biasanya mudah diserap oleh tubuh.

Zat besi dalam makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, kacang kering, kacang-kacangan, dan produk biji-bijian, mereka bersifat kurang mudah diserap. Tapi, penyerapan dapat ditingkatkan dengan mengimbangi makanan tinggi vitamin C, seperti sayuran hijau gelap, brokoli , paprika (terutama merah, kuning, dan paprika orange), tomat, mangga, pepaya, dan buah kiwi.

Jika kekurangan gizi karena kurangnya vitamin atau mineral selain besi, seperti folat atau vitamin B12, penanganan anemia diabetes melitus yang benar yaitu Anda dapat diresepkan suplemen, dan Anda akan didorong untuk makan suplemen tinggi folat dan B12. Makanan tinggi asam folat termasuk sayuran berdaun hijau, telur, makanan laut, daging sapi tanpa lemak, jus jeruk, kacang kering, kacang, asparagus, dan brokoli.

Makanan tinggi vitamin B12 mencakup semua produk hewani, termasuk telur, produk susu, dan daging. Orang-orang yang mengikuti diet vegan beresiko kekurangan vitamin B12 dan harus mengambil suplemen vitamin B12.

Jika kekurangan gizi Anda ditemukan akibat konsekuensi dari memiliki penyakit celiac, penanganan anemia diabetes melitus yang tepat yaitu Anda akan perlu untuk mengikuti diet ketat bebas gluten untuk sisa hidup Anda yang memungkinkan usus kecil Anda untuk sembuh dan tetap sehat.

 

 

 

Penanganan Anemia Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Anemia Pada Diabetes Tipe 1

Anemia Pada Diabetes Tipe 1

Anemia Pada Diabetes Tipe 1

Anemia Pada Diabetes Tipe 1 – Apa hubungan anemia pada diabetes tipe 1? Namun, anemia pada pasien diabetes melitus tidak terkait secara langsung, tetapi komplikasi diabetes dan kondisi penyakit tertentu terkait dengan munculnya anemia.

Sebagai contoh, seseorang pasien menderita 2 penyakit, anemia dan diabetes melitus karena dia menderita komplikasi nefropati (kerusakan ginjal) atau dan kerusakan saraf ( neuropati ) dapat memberikan kontribusi pada pengembangan anemia.

Selain itu, mengonsumsi obat-obatan diabetes oral tertentu dapat meningkatkan risiko anemia pada diabetes tipe 1. Anemia pada pasien diabetes bisa terjadi akibat tubuh tidak mencerna makanan dengan baik karena mengalami gangguan penyerapan nutrisi. Jadi, kesimpulannya diabetes tipe 1 belum tentu memunculkan anemia, tetapi komplikasi diabetes melitus lah yang dapat mengembangkan risiko anemia.

 

Anemia Pada Diabetes Tipe 1 Berdasarkan Faktor Penyebab

Secara umum, orang tahu tentang anemia dan tahu bahwa anemia berhubungan dengan darah. Kebanyakan orang mengasosiasikan anemia sebagai kelelahan akut. Tapi mungkin mereka tidak banyak bisa menjelaskan apa anemia. Sederhananya, anemia adalah suatu kondisi tubuh di mana ada jumlah normal sel darah merah yang sehat lebih rendah atau normal jumlah hemoglobin dalam sel darah merah adalah sangat rendah.

Peran sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Bagian tertentu dari sel darah merah yang membawa oksigen disebut hemoglobin. Sel darah merah juga membawa produk-produk limbah dari sel ke kandung kemih dan sistem pernapasan untuk proses pembuangan.

Ketika jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin adalah rendah, sel-sel tubuh menerima oksigen menjadi kurang dari normal. Tingkat oksigen yang rendah dapat menyebabkan kelelahan dan gejala lain seperti lemah, letih, kesulitan beraktifitas, dan timbul pusing. Anemia pada diabetes tipe 1 dapat mengembangkan lebih dari 400 jenis anemia, dikategorikan ke dalam tiga kelompok umum:

  1. Anemia yang disebabkan oleh hilangnya darah
  2. Anemia yang disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah di sumsum tulang atau gangguan produksi sel darah merah
  3. Anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah

 

Anemia pada diabetes tipe 1 merupakan kondisi yang cukup umum, tetapi sering tidak disadari dan karenanya tidak dirasakan, check up, atau diobati. Padahal, meskipun anemia ringan naum dapat secara signifikan menurunkan kualitas hidup seseorang, dan anemia yang tidak diobati dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang yang serius. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa anemia tidak timbul karena Anda menderita diabetes. Tetapi patofisiologinya didasari beberapa penyebab anemia pada diabetes tipe 1 yang dialami penderita sebagai berikut

 

  1. Anemia pada diabetes tipe 1 akibat penyakit ginjal

Biasanya, ginjal mengeluarkan hormon yang disebut erythropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. Dalam nefropati diabetik, pembuluh darah kecil yang berperan memfilter limbah menjadi rusak, akibatnya terjadi kebocoran seperti protein atau darah, memunculkan apa yang disebut hematuria dan proteinuria.

Hematuria adalah darah keluar bersama urine ( kencing darah), sedangkan proteinuria adalah protein bercampur urine. Pada saat yang sama, jumlah erythropoietin yang diproduksi oleh ginjal berkurang, menyebabkan anemia.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kekurangan produksi erythropoietin dan anemia terjadi sebelum pada orang didiagnosis penyakit diabetes dan penyakit ginjal, dibandingkan pada mereka yang punya penyakit ginjal, namun tanpa diabetes. Kadar glukosa darah tinggi kronis dan tekanan darah tinggi juga menyebabkan kerusakan ginjal.

 

  1. Komplikasi neuropati diabetes tipe 1

Pada orang yang memiliki jenis komplikasi neuropati otonom, tubuh mungkin tidak menerima sinyal ginjal untuk menghasilkan lebih banyak erythropoietin dalam menanggapi anemia pada diabetes tipe 1.

 

  1. Gagal jantung juga menyebabkan anemia

Orang dengan penyakit diabetes melitus ada peningkatan risiko gagal jantung, atau ketidakmampuan jantung saat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Fungsi jantung menurun dapat menyebabkan disfungsi ginjal, dan banyak orang dengan gagal jantung akan memiliki kekurangan gizi. Kekurangan gisi dan gagal jantung ini dapat berkontribusi untuk anemia pada diabetes melitus.

 

  1. Anemia pada diabetes tipe 1 akibat kekurangan gizi

Banyak orang yang memiliki diabetes memiliki kekurangan gizi yang dapat menyebabkan anemia pada diabetes tipe 1. kekurangan gizi bisa disebabkan oleh salah satu tidak makan cukup gizi (karena seseorang membatasi pilihan makanan, misalnya) atau dengan ketidakmampuan tubuh untuk menyerap nutrisi yang dimakan. Insiden ini sering menimpa penyandang diabetes melitus. Kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin B6, dan folat semua dapat menyebabkan anemia pada diabetes tipe 1.

 

  1. Anemia pada diabetes tipe 1 yang mempunyai penyakit celiac

Salah satu kondisi yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi adalah penyakit celiac. Pada penyakit celiac, tubuh tidak bisa mentolerir gluten, semacam protein yang ditemukan dalam gandum atau barley. Pasien diabetes rentan penyakit celiac yang berisiko anemia.

 

  1. Anemia pada diabetes tipe 1 akibat penggunaan obat diabetes

Metformin adalah pengobatan yang paling banyak diresepkan untuk orang dengan diabetes. Sekarang diakui bahwa Metformin dapat menyebabkan mal-absorpsi vitamin B12 dan penggunaan jangka panjang (12-15 tahun) dari Metformin menyebabkan kekurangan vitamin B12 untuk orang-orang yang menggunakannya. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia pada diabetes tipe 1 dan juga neuropati perifer (kerusakan saraf di kaki, kaki, tangan, dan lengan).

Tipe lain dari obat diabetes seperti Thiazolidinediones, meliputi Pioglitazone dan Rosiglitazone, juga dapat menyebabkan anemia ringan dengan sedikit penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit, dimana keduanya adalah barometer pada pengukuran proporsi darah yang terdiri dari sel-sel darah merah. Dampaknya, terjadi insiden anemia pada diabetes tipe 1.

 

Gejala Anemia Pada Diabetes Tipe 1

Seseorang dengan anemia pada diabetes tipe 1 ringan mungkin tidak memiliki gejala, tetapi anemia serius dapat menyebabkan kelelahan, lemah, pusing, mudah marah, sesak napas, atau depresi. Hal ini juga dapat menyebabkan kuku rapuh; kulit pucat; tangan dan kaki dingin; mati rasa serta kesemutan di jari-jari, jari kaki, dan seluruh kaki; sakit dada; detak jantung tidak teratur; ngidam makan yang tidak biasa seperti es; kesulitan berkonsentrasi; rambut rontok; lidah sakit; neuropati perifer di jari tangan atau kaki.

 

Diagnosis Anemia Pada Diabetes Tipe 1

Anemia didiagnosis dengan tes darah. Sampel darah dianalisis untuk jumlah hemoglobin dalam darah dan hematokrit.

  • Untuk pria, kisaran hemoglobin normal adalah 13.8-; 17,2 gram per desiliter (g / dl), dan hematokrit normal adalah 40,7% menjadi 50,3%.
  • Bagi wanita yang tidak hamil, kisaran hemoglobin normal adalah 12,1-15,1 gm / dl, dan hematokrit normal adalah 36,1% menjadi 44,3%.

 

Siapapun didiagnosis dengan kekurangan gizi harus bertemu dengan seorang ahli diet profesional untuk menentukan pilihan makanan sehat dan bagaimana mencegah kekurangan gizi. Pertemuan dengan ahli gizi mungkin sangat membantu bagi orang yang didiagnosis dengan penyakit celiac, karena beralih ke diet bebas gluten bisa menjadi suatu tantangan. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Anemia Pada Diabetes Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Spesifik

Komplikasi Diabetes Spesifik

Komplikasi Diabetes Spesifik

Beberapa komplikasi diabetes spesifik adalah retinopati, neuropati dan nefropati. Hal ini berlaku untuk pasien dengan penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bahkan untuk mencegahnya?

Kasus komplikasi diabetes spesifik dapat terjadi pada semua pasien dengan diabetes, kasus ini akan dibahas di sini dan pembahasan berikut mungkin dapat memberikan sedikit informasi yang Anda butuhkan.

Sebelum insulin ditemukan, banyak pasien dengan penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 atau pun tipe 2 yang tidak dapat bertahan hidup karena komplikasi diabetes spesifik jangka panjang. Pada hari-hari awal setelah penemuan insulin pada tahun 1922, secara luas diyakini bahwa insulin dapat menyembuhkan diabetes mellitus.

Ketika insulin pertama kali diperkenalkan, banyak orang berhasil hidup selama lebih dari 50 tahun. Akan tetapi, peningkatan harapan hidup ini sejalan dengan kerusakan jaringan tubuh sebagai akibat dari komplikasi jangka panjang yang terjadi dan selalu mengancam pasien. Resiko komplikasi diabetes spesifik seperti penyakit jantung, stroke, dan sirkulasi darah yang buruk di kaki merupakan komplikasi yang timbul yang seiring dengan pertambahan usia.

Berikut dibawah ini adalah sedikit penjelasan terkait 3 kerusakan jaringan tubuh akibat komplikasi diabetes spesifik:

 

  1. Komplikasi diabetes retinopati atau kerusakan pada mata

Retinopati merupakan salah satu komplikasi diabetes spesifik akibat kerusakan retina di belakang mata (plat fotografi). Kondisi ini dapat terjadi pada orang dengan diabetes melitus yang sudah lama, terutama bagi mereka yang mempunyai kontrol diabetes yang buruk.

Komplikasi Diabetes SpesifikPenyebab retinopati pada komplikasi diabetes spesifik adalah, terjadi perubahan bertahap dalam pembuluh darah (arteri dan vena) di belakang mata yang dapat menyebabkan penglihatan kabur. Perubahan ini terjadi karena ada penumpukan di daerah-daerah kritis di belakang mata sehingga terjadi gangguan sirkulasi darah ke mata.

Pencegahan kerusakan akibat komplikasi diabetes spesifik retinopati dengan melakukan pengobatan setelah pasien didiagnosis dengan pemeriksaan mata menggunakan oftalmoskop atau fotografi retina sehingga retinopati dapat dicegah dengan lebih awal sebelum membuat gangguan penglihatan ke level yang lebih parah.

 

  1. Komplikasi diabetes neuropati atau kerusakan pada saraf

Neuropati adalah kerusakan pada saraf yang mengakibatkan pasien mengalami komplikasi diabetes spesifik jangka panjang. Kerusakan ini mempengaruhi saraf di seluruh tubuh terutama saraf perifer yang mempengaruhi otot dan saraf kulit, atau saraf otonom yang mempengaruhi saraf organ, seperti kandung kemih, usus, dan jantung.

Ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf pada pasien dengan diabetes melitus seperti neuritis diabetik, neuropati diabetik, neuropati autoimun, dan amyotrophic diabetes. Semuanya akan dibahas di website ini, namun dalam lain judul.

 

  1. Komplikasi diabetes nefropati atau kerusakan pada ginjal

Nefropati adalah kerusakan akibat komplikasi diabetes spesifik yang mempengaruhi fungsi ginjal. Salah satu bentuk komplikasi nefropati adalah kebocoran ginjal sehingga albumin (protein) ditemukan dalam urin. Pada kasus yang parah, kerusakan ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

Kerusakan ini tidak menimbulkan gejala, tetapi akan terdeteksi dengan tes urine yang dilakukan oleh dokter atau perawat. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia sekarang sudah melakukan tes untuk mikroalbuminuria (sejumlah kecil albumin dalam urin). Tes ini sangat berguna karena dapat mendeteksi kerusakan ginjal yang dapat disembuhkan dengan pengobatan sehingga komplikasi jangka panjang nefropati pada pasien dengan diabetes mellitus dapat diminimalkan.

Ada beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kerusakan akibat komplikasi diabetes spesifik jangka panjang dari penyakit diabetes melitus secara langsung berhubungan dengan kontrol gula darah yang buruk. Langkah-langkah pencegahan komplikasi diabetes spesifik dapat dilakukan dengan kontrol yang ketat dari gula darah.

Bukti ini berasal dari studi klinis berskala besar yang dilakukan di Amerika Serikat, The Diabetes Control dan Komplikasi Trial (DCCT) menunjukkan bukti bahwa kerusakan jaringan tubuh sebagai akibat komplikasi diabetes mellitus tipe 1 dan 2 dapat dihindari dengan kontrol glukosa darah yang ketat dan kontrol HbA1c pada tingkat di bawah 7%.

 

  1. Komplikasi diabetes melitus spesifik untuk Wanita

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi tertentu pada wanita. Wanita dengan diabetes memiliki peningkatan risiko infeksi jamur kronik. Komplikasi diabetes spesifik ini dapat menyebabkan penurunan lubrikasi alat genital, yang dapat menyebabkan rasa sakit. Wanita dengan diabetes juga harus menyadari bahwa beberapa jenis obat dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mereka. Misalnya, pil kontrasepsi juga dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Penggunaan jangka panjang (lebih dari 2 tahun) dari pil kontrasepsi dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes spesifik.

Kehamilan pada pasien wanita dengan diabetes juga meningkatkan risiko cacat lahir. Studi menunjukkan bahwa kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat mempengaruhi perkembangan kritis janin selama 6 minggu pertama masa pembentukan organ janin. Oleh karena itu, penting bahwa wanita dengan diabetes (baik tipe 1 dan tipe 2) yang berencana untuk hamil berusaha untuk mempertahankan kontrol glukosa dgn baik untuk 3-6 bulan sebelum kehamilan.

Hal ini juga penting bagi wanita untuk memonitor kadar gula darah mereka selama kehamilan. Untuk wanita dengan diabetes tipe 1, kehamilan dapat mempengaruhi dosis insulin dan butuh penyesuaian baik selama hingga setelah persalinan.

Dalam kasus menopause, perubahan estrogen dan kadar hormon lainnya yang terjadi selama perimenopause dapat menyebabkan fluktuasi besar dalam kadar glukosa darah. Wanita dengan diabetes juga menghadapi peningkatan risiko menopause dini, ini dapat menyebabkan risiko penyakit jantung yang tinggi.

 

 

 

Komplikasi Diabetes Spesifik

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1 – Diabetes adalah penyakit gula yang berbahaya. Bahkan penyakit ini diklaim lebih berbahaya dibandingkan dengan HIV/AIDS. Ketika seseorang terkena diabetes, seluruh hidupnya akan berubah dan tak bisa menjadi ‘normal’ kembali. Mereka harus selalu waspada dengan kemungkinan gula darah yang melonjak serta berhati-hati jika terjadi luka pada tubuh.

Diabetes terdiri atas 2 jenis yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meski keduanya sama-sama bisa diobati menggunakan obat-obatan dan insulin, namun diabetes tipe-1 diketahui lebih berbahaya dibandingkan diabetes tipe 2. Berikut adalah beberapa fakta penting yang wajib diketahui seputar diabetes tipe 1, seperti dilansir oleh Mag for Woman.

Penelitian terbaru di Taiwan menunjukkan bahwa infeksi enterovirus dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 1. Penelitian nasional di Taiwan telah menghasilkan bukti yang menghubungkan infeksi enterovirus dengan perkembangan diabetes tipe 1 pada anak-anak muda dari usia 18.

Para peneliti melihat data dari sistem asuransi kesehatan nasional Taiwan dari 2000-2007 dan menemukan total 570.133 anak menderita infeksi enterovirus selama waktu itu. Data menunjukkan insiden keseluruhan diabetes tipe 1 lebih tinggi pada remaja yang telah terinfeksi oleh enterovirus, untuk rasio tingkat kejadian 1,48 dari kalangan anak-anak yang terinfeksi.

 

Gejala Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar, khususnya setelah makan
  • Mulut kering
  • Mual hingga muntah
  • Hilangnya berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Kelelahan (fatigue)
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Luka atau infeksi pada kulit dan saluran kemih
  • Bernapas dengan cepat, dan
  • Sakit perut

 

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

Banyak orang yang masih suka menyamakan antara diabetes tipe 1 dengan diabetes tipe 2. Berikut di bawah ini merupakan fakta tentang diabetes tipe 1 adapun penjelasannya antara lain :

 

  1. Diabetes tipe-1 adalah penyakit auto-imun

Tak banyak yang mengetahui fakta tentang diabetes tipe 1 yang merupakan penyakit auto-imun. Dalam kasus diabetes tipe-1, pankreas gagal memproduksi insulin, hormon yang membantu tubuh mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi. Pankreas gagal memproduksi insulin karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta. Tak ada obat untuk penyakit ini dan kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik tak seperti diabetes tipe-2 yang bisa disebabkan oleh gaya hidup dan diet.

 

  1. Semua orang berisiko terkena diabetes tipe-1

Fakta tentang diabetes tipe 1 yang berikutnya karena diet dan gaya hidup tak berkaitan dengan penyakit diabetes tipe-1, jadi penyakit ini bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang tua. Jika seseorang didiagnosis memiliki diabetes tipe-1, dia akan bergantung pada insulin seumur hidupnya baik dengan cara injeksi atau dipompa ke tubuh. Terlambat melakukan injeksi insulin bisa berujung pada kematian.

 

  1. Penyakit yang sulit dirawat

Diabetes dianggap lebih berbahaya daripada HIV/AIDS karena perawatannya yang tak mudah dan akan mengubah hidup pasien selamanya. Fakta tentang diabetes tipe 1 ini memang benar adanya, karena pasien diabetes tipe 1 akan mengalami ketergantungan pada injeksi insulin. Bergantung pada masing-masing orangnya, dosis insulin yang dibutuhkan oleh pasien bisa sangat tinggi. Terkadang insulin harus dipompakan selama sehari atau diinjeksikan berkali-kali selama sehari. Hal semacam ini tak boleh dilewatkan atau bisa menyebabkan akibat yang fatal. – Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

 

  1. Gejalanya mirip diabetes tipe 2

Fakta tentang diabetes tipe 1 terakhir diabetes tipe 1 ini memiliki tanda yang hampir sama dengan diabetes tipe 2, misalkan rasa haus yang berlebihan, cepat lelah, sering buang air kecil, peningkatan nafsu makan, perubahan pada kesehatan mata, adanya gula dalam urine, napas yang berbau seperti aroma buah, dan kesulitan bernapas.

 

Ada beberapa mitos yang beredar seputar diabetes tipe 1 seperti hanya anak-anak yang bisa mengalaminya dan injeksi insulin bisa menyembuhkan diabetes tipe 1. Hal ini tidak benar, fakta tentang diabetes tipe 1 berbicara bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tak bisa disembuhkan dengan injeksi insulin. Suntikan insulin hanya akan membantu mengontrol tingkat gula darah dan memasok insulin pada tubuh pasien diabetes tipe 1. – Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

 

 

Fakta Tentang Diabetes Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2 – Diabetes melitus tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh sebagian besar diabetesi. Penyakit diabetes tipe ini juga dikenal sebagai non-insulin-dependent diabetes, di mana tubuh masih dapat memproduksi homon insulin namun kerja hormon insulin terganggu karena tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik.

Umumnya diabetes tipe 2 banyak di derita oleh orang dewasa yang usianya di atas 40 tahun. Tetapi bukan berarti penyakit diabetes tipe 2 ini hanya di derita mereka yang sudah berumur. Seseorang yang baru berusia 20 tahunan juga dapat terserang diabetes melitus tipe 2 ini. Umumnya juga penderita diabetes melitus tipe 2 ini tubuhnya mengalami luka yang susah untuk disembuhkan, bahkan bisa berakhir dengan amputasi di beberapa organ vital. Amputasi dilakukan bukan tanpa tujuan, luka yang sudah membusuk dan terinfeksi sangat mudah untuk menyebar ke organ tubuh lainnya. Untuk menyelamatkan organ tubuh lain agar terhindar dari infeksi dilakukanlah jalan amputasi ini. Faktor penyebab diabetes tipe 2 dapat terjadi akibat beberapa faktor tidak hanya satu, termasuk diantaranya faktor-faktor gaya hidup dan gen. Berikut diuraikan beberapa faktor penyebab diabetes tipe 2, antara lain:

 

  1. Kegemukan, Obesitas, dan Kurang Aktivitas Fisik

Faktor penyebab diabetes tipe 2 pada Anda lebih tinggi jika mengalami kelebihan berat badan, obesitas dan kurang berolahraga atau beraktifitas fisik. Kelebihan berat badan dapat memicu resistensi insulin. Lokasi lemak tubuh juga membuat perbedaan. Lemak perut yang berlebihan bersiko terhadap resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung dan pembuluh darah. Untuk melihat apakah berat badan Anda menempatkan Anda pada faktor penyebab diabetes tipe 2, cek Body Mass Index (BMI) Anda. Sebagai gambaran, Anda dapat melihat pada Body Mass Index (BMI). Jika perhitungan > 23,0 maka Anda kelebihan berat badan. Dan jika > 24,9 maka Anda mengalami obesitas.

 

  1. Resistensi Insulin

Faktor penyebab diabetes tipe 2 biasanya dimulai dengan resistensi insulin. Suatu kondisi di mana otot, hati, dan lemak sel tidak menggunakan insulin dengan baik. Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2Akibatnya, tubuh Anda membutuhkan lebih banyak insulin untuk membantu glukosa memasuki sel. Pada awalnya, pankreas membuat lebih banyak insulin untuk memenuhi permintaan tubuh. Seiring waktu, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Dan pada akhirnya kadar glukosa darah meningkat.

 

  1. Gen dan Riwayat Keluarga

Seperti halnya dalam diabetes tipe 1, gen-gen tertentu dapat membuat Anda juga dapat menjadi faktor penyebab diabetes tipe 2. Penyakit ini cenderung terjadi pada kelompok ras atau etnis tertentu seperti Afrika Amerika, Alaska, Indian Amerika, Amerika Asia, Hispanik, Hawai. Gen juga dapat meningkatkan faktor penyebab diabetes tipe 2 dengan meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas.

 

  1. Mutasi Genetik

Faktor penyebab diabetes tipe 2 lainnya juga disebabkan oleh mutasi, atau perubahan, dalam sebuah gen tunggal. Perubahan ini biasanya melalui keluarga, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mutasi gen yang terjadi sendiri. Sebagian besar mutasi gen ini menyebabkan diabetes dengan membuat pankreas kurang mampu membuat insulin. Jenis yang paling umum dari diabetes monogenik adalah diabetes neonatal dan maturity-onset diabetes of the young (MODY). Diabetes neonatal terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan. Dokter biasanya mendiagnosa MODY selama masa remaja atau awal masa dewasa. Terkadang penyakit ini tidak didiagnosis sampai di kemudian hari. Cystic fibrosis menghasilkan lendir tebal yang menyebabkan jaringan parut di pankreas. jaringan parut ini dapat menghambat pankreas dalam memproduksi insulin. Hemochromatosis menyebabkan tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi. Jika penyakit ini tidak diobati, zat besi dapat merusak pankreas dan organ lainnya.

 

  1. Penyakit Hormonal

Beberapa penyakit hormonal menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak hormon tertentu, yang kadang-kadang menyebabkan resistensi insulin dan diabetes.

  • Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kortisol (hormon stres).
  • Akromegali terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan.
  • Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

 

  1. Kerusakan Pankreas

Pankreatitis, kanker pankreas, dan trauma semua bisa membahayakan sel-sel beta atau membuat mereka kurang mampu memproduksi insulin, yang mengakibatkan diabetes. Jika pankreas yang rusak dihapus, faktor penyebab diabetes tipe 2 akan terjadi karena hilangnya sel beta.

 

 

 

Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes

Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes

Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes

Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes – Luka di kaki karena diabetes agaknya menjadi hal yang menakutkan. Selain karena susah sembuh, banyak yang akhirnya harus diamputasi. Bagaimana awal dari luka tersebut? Luka kaki diawali dengan kesemutan, mati rasa, dan barulah luka. Kadar gula yang tinggi membuat bakteri leluasa berkembang biak. Akibatnya luka tadi membusuk. Hal ini diperparah oleh metabolisme tubuh yang terganggu. Kaki tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Jaringan syaraf rusak. Dan tidak terjadi pelumasan pada kaki karena rusaknya jaringan. Antibakteri tidak menyembuhkan luka diabetes. Meskipun luka borok tersebut disebabkan oleh bakteri, pemberian anti bakteri terkadang tidak dapat menyembuhkan luka karena:

  • Bakteri menyebar ke sistem peredaran darah
  • Bakteri atau kuman merusak berbagai jaringan dalam tubuh
  • Sumber bakteri tidak dibuang

Maka apabila pasien berada dalam keadaan tersebut, amputasi merupakan cara agar kuman tidak menyebar lebih luas lagi.

 

Penyebab Luka Busuk Diabetes

Tidak semua penderita diabetes melitus terserang luka bernanah ini. Luka tersebut biasanya terjadi apabila penderita diabetes melitus mengalami:

  1. Neurophaty

Neuropathy adalah keadaan dimana jaringan saraf mengalami berbagai kerusakan. Biasanya ini adalah awal dari terjadinya luka di kaki. Apa saja tandanya? Kurangnya kemampuan sistem sensorik, otonomik, dan motorik. Misalnya kaki tidak merasakan sakit walaupun tertusuk sesuatu atau menginjak sesuatu yang panas. Itu pula sebabnya penderita tidak merasakan sakit ketika lukanya dibasuh dengan cairan kimia.

  1. Vasculopathy

Ini merupakan keadaan dimana sistem peredaran darah tidak berjalan lancar. Akibatnya distribusi oksigen ke anggota tubuh, khususnya kaki, terhambat. Begitu pula dengan penyebaran nutrisi dan mineral.

  1. ImmunopathyCara Mengobati Luka Busuk Diabetes

Inilah penyebab lainnya mengapa pengidap penyakit kencing manis mengalami luka yang sulit sembuh, yakni immunopathy. Dalam dunia medis immunopathy berarti menurunnya kekebalan tubuh. Tidak mengherankan jika penderita diabetes melitus mudah sekali terserang berbagai penyakit lainnya.

 

Bagaimana Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes?

Luka diabetes yang tidak kunjung sembuh mengakibatkan kebusukan dan bau menyengat. Hingga saat ini agak sulit menyembuhkan luka busuk diabetes. Masalahnya bukan pada jenis obatnya melainkan karena jaringan-jaringan syaraf yang rusak. Selain itu terganggunya aliran darah mengakibatkan kurangnya oksigen ke tempat luka. Namun demikian masih ada Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes.

 

Studi Kasus Sembuhnya Luka Diabetes

Faktanya 30% penderita luka diabetes harus menjalani operasi untuk diamputasi bagian yang terdapat luka diabetes tersebut. Maka dari itu mendapatkan luka khususnya di kaki merupakan sesuatu yang sangat mengganggu pikiran penderita diabetes. Sebenarnya dengan Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes yang benar, luka basah diabetes masih bisa disembuhkan. Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes yang dipercaya salah satunya adalah bekam. Berikut kelebihan Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes dengan menggunakan bekam :

 

  • Kering Dalam 2 Minggu

Biasanya penderita mempunyai luka membusuk di bagian kaki besarnya sekitar 10 cm. Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes yang dilakukan adalah dengan pembekaman. Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes dengan pembekaman ini dilakukan 2 kali dalam sehari. Dilakukan rutin selama 2 minggu. Sebelum pembekaman, perlu diperhatikan kondisi tubuh secara umum. Apakah kondisinya memungkinkan atau tidak? Bagaimana dengan tekanan darahnya? Dan berbagai pemeriksaan tambahan lainnya. Setelah dua minggu, luka diabetes akhirnya dapat mengering. Kemudian pembekaman di sekitar area tersebut dikurangi menjadi 1 kali dalam dua hari.

 

  • Fakta Kadar Gula Darah Setelah Pembekaman

Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes dengan bekam sebenarnya sangat efektif dibandingkan dengan Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes dengan penyembuhan lainnya. Pengukuran kadar gula darah sebelum dan sesudah pembekaman adalah indikator yang paling mudah untuk mengetahui kadar gula. Gula darah kembali menjadi normal hanya setelah 1 kali pembekaman. Atau paling banyak 2 kali. Pasien-pasien penderita gula darah yang pandai menjaga pola makan sehat akan menjalani hidup secara normal setelah pengobatan.

 

  • Melancarkan Peredaran Darah

Bagaimana Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes ini bisa menyembuhkan luka busuk diabetes pada tubuh? Meskipun tanpa diberi obat-obatan herbal maupun farmasi, hanya dengan Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes ini luka bisa sembuh. Pertama, menurunnya bahkan normalnya kadar gula darah. Sebagaimana pengukuran yang pernah saya lakukan kepada para penderita diabetes. Kedua, pembekaman melancarkan peredaran darah. Tidak terdistribusikannya sel-sel anti bakteri dan oksigen merupakan penyebab luka di kaki dan menjadikan luka tersebut membusuk. Maka pembekaman sebenarnya hanya melancarkan peredaran darah tersebut. Dengan begitu jaringan kulit yang mati mendapatkan kembali oksigen dan zat imun lainnya.

 

Setelah mengetahui apa bahayanya jika diabetes sampai mengakibatkan luka dikaki maka Anda harus menjaga pola makan dan gaya hidup. Itulah cara terbaik agar kadar gula tetap normal dan terhindar dari risikonya. Semoga bermanfaat… 🙂

 

 

 

Cara Mengobati Luka Busuk Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah Diabetes Melitus

Mencegah Diabetes Melitus

Mencegah Diabetes Melitus

Mencegah Diabetes Melitus – Normalnya, kadar gula darah dalam kisaran yang wajar berada pada angka-angka tertentu. Setelah kita selesai makan, karbohidrat di dalam tubuh kita akan dipecah menjadi gula atau glukosa. Selanjutnya glukosa tersebut akan diserap oleh darah di dalam tubuh kita. Darah akan mengalirkan glukosa tersebut ke seluruh tubuh untuk menghasilkan energi. Namun, sebelum menjadi energi, terlebih dahulu glukosa harus melewati sebuah pintu agar bisa masuk ke sel-sel di tubuh kita. Hormon yang memiliki peranan untuk membukakan pintu tersebut adalah hormon insulin. Hormon insulin sendiri dihasilkan oleh pankreas.

Diabetes merupakan penyakit yang memberikan ancaman yang serius bagi penderitanya. Dahulu penyakit ini diidentikkan dengan orang-orang yang telah memasuki usia lanjut. Namun, akibat pola hidup yang tidak sehat, penyakit diabetes kini bisa menjangkiti semua kalangan tanpa memandang batas usia. Penyakit diabetes sendiri merupakan penyebab kematian nomor 6 di dunia. Bahkan diperkirakan sebanyak 1,3 juta orang meninggal akibat penyakit ini. 4% di antaranya meninggal sebelum usia 70 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa kasus diabetes dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Karena itulah, untuk Mencegah Diabetes Melitus tersebut, hendaknya kita melakukan tindakan pencegahan sejak dini. Berikut beberapa cara Mencegah Diabetes Melitus :

 

  1. Kedelai

Mengkonsumsi daging tentu tidak akan menyebabkan dampak buruk bagi tubuh ketika jumlahnya tidak berlebih. Namun, untuk Mencegah Diabetes Melitus ada baiknya Anda mengganti asupan protein yang berasal dari daging dengan mengkonsumsi kedelai atau olahannya. Kandungan protein yang ada dalam kedelai terbukti mampu mengontrol kadar gula dalam darah dan juga kadar insulin.

 

  1. Hindari minuman yang manis

Beberapa jenis minuman yang manis,Mencegah Diabetes Melitus seperti minuman bersoda, teh manis, atau minuman manis lainnya tidak diragukan lagi dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan juga mengontrol kadar gula dalam darah sebaiknya Anda banyak mengkonsumsi air putih. Minumlah air putih setidaknya 8 gelas per hari cukup untuk Mencegah Diabetes Melitus.

 

  1. Hindari stres

Seperti yang telah dijelaskan di atas, stres dapat meningkatkan sejenis hormon di dalam tubuh yang dapat menaikkan kadar glukosa darah. Karena itu Mencegah Diabetes Melitus dengan hindarilah stres dalam bentuk apapun. Jika stres tidak dapat Anda hindari, Anda harus bisa mengelola stres itu dengan baik, seperti dengan relaksasi, refreshing, atau sekedar mendengarkan musik kesukaan di sela-sela aktivitas.

 

  1. Penuhi kebutuhan vitamin D

Vitamin D ternyata tidak hanya berguna untuk menjaga kesehatan tulang saja. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, vitamin D memiliki peranan untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Sebab itu penuhilah kebutuhan vitamin D Anda melalui asupan makanan juga bermanfaat guna Mencegah Diabetes Melitus. Anda juga bisa memperoleh manfaat vitamin D dengan cara berjemur pada pagi hari sebelum jam 9 pagi.

 

  1. Tidur cukup

Penuhilah kebutuhan istirahat Anda dengan tidur setidaknya 6 sampai 8 jam per hari. Kurang tidur akan menyebabkan proses metabolisme tubuh terganggu. Selain itu, kurang tidur juga akan merangsang rasa lapar sehingga menyebabkan Anda ingin mengkonsumsi lebih banyak makanan. Akibatnya, kadar gula darah akan mengalami peningkatan. Untuk itu langkah Mencegah Diabetes Melitus dengan penuhi kebutuhan istirahat Anda agar tidak terkena diabetes.

 

  1. Berhenti merokok

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, merokok akan meningkatkan resiko untuk terkena diabetes. Bahkan, merokok juga akan meningkatkan resiko untuk terkena kanker dan gangguan jantung. Karena itu Mencegah Diabetes MelitusMencegah Diabetes Melitus yang baik yaitu dengan hentikanlah kebiasaan merokok Anda. Bila perlu, hindari lingkungan asap rokok karena asap rokok akan menimbulkan dampak yang sama buruknya dengan merokok.

 

  1. Hindari obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan akan meningkatkan resiko untuk terkena diabetes. Langkah Mencegah Diabetes Melitus yang baik dengan hindari asupan makanan yang dapat meningkatkan berat badan. Rutinlah berolah raga agar proses metabolisme juga meningkat.

 

  1. Hindari makanan berlemak

Makanan yang kaya akan kandungan lemak seperti gorengan merupakan makanan yang memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan berat badan dan juga resiko untuk terkena penyakit diabetes. Langkah Mencegah Diabetes Melitus dengan menghindari gorengan atau berbagai jenis makanan dengan kandungan lemak jahat yang tinggi. Gantilah kebutuhan lemak Anda dengan mengkonsumsi minyak ikan, minyak zaitun, minyak almond, atau berbagai jenis sumber lemak yang baik bagi kesehatan tubuh.

 

 

 

 

Mencegah Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tips Mencegah Diabetes

Tips Mencegah Diabetes

Tips Mencegah Diabetes

Tips Mencegah Diabetes – Meningkatnya kadar gula darah secara drastis akan menyebabkan gangguan komplikasi pada tubuh. Penyakit yang pertama kali akan muncul ketika kadar gula darah melonjak tajam adalah penyakit diabetes. Pada umumnya, glukosa sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Namun, kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi justru berakibat buruk pada kinerja organ-organ tubuh kita.

 

Normalnya, kadar gula darah dalam kisaran yang wajar berada pada angka-angka tertentu. Setelah kita selesai makan, karbohidrat di dalam tubuh kita akan dipecah menjadi gula atau glukosa. Selanjutnya glukosa tersebut akan diserap oleh darah di dalam tubuh kita. Darah akan mengalirkan glukosa tersebut ke seluruh tubuh untuk menghasilkan energi. Namun, sebelum menjadi energi, terlebih dahulu glukosa harus melewati sebuah pintu agar bisa masuk ke sel-sel di tubuh kita. Hormon yang memiliki peranan untuk membukakan pintu tersebut adalah hormon insulin. Hormon insulin sendiri dihasilkan oleh pankreas.

 

Adapun kisaran gula darah yang normal adalah :

  • Sebelum makan sebesar 70 sampai 130 mg/dl.
  • Dua jam setelah makan kurang dari 180 mg/dl.
  • Jika tidak makan (puasa) setidaknya selama 8 jam maka kadar gula darah akan kurang dari 100 mg/dl.
  • Menjelang kita tidur kadar gula darah sebesar 100 sampai 140 mg/dl.

 

Dari angka-angka tersebut kita bisa mengetahui bahwa kadar gula darah yang melebihi angka-angka di atas berakibat pada munculnya penyakit diabetes (kadar gula darah yang terlalu tinggi). Ketika kadar gula darah seseorang melebihi 126 mg/dl (ketika puasa) atau lebih dari 200 mg/dl (ketika tidak puasa) maka orang tersebut dianggap telah menderita penyakit diabetes. Namun, kebanyakan orang akan merasakan gejala dari penyakit diabetes setelah kadar gula darahnya melebihi angka 270 mg/dl. Tips Mencegah Diabetes sejak dini sebenarnya Anda cukup melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini :

 

  1. Jangan Melupakan Sarapan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu kebiasaan yang dapat memicu penyakit diabetes adalah jarang sarapan. Penting bagi Anda untuk tidak menyepelekan sarapan. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang sering sarapan memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang jarang sarapan. Karena itu Tips Mencegah Diabetes yang baik yaitu jangan sampai melewatkan sarapan.

 

  1. Aktif Bergerak

Jarang melakukan aktivitas fisik atau malas bergerak akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Tips Mencegah Diabetes yang baik yaitu aktif bergerak yang justru akan Tips Mencegah Diabetesmenurunkan kadar gula dalam darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin. Jangan pernah menyepelekan aktivitas kecil seperti berjalan kaki. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berjalan kaki setiap hari akan menurunkan resiko untuk terkena diabetes hingga 30%.

 

  1. Makanan Sehat

Asupan nasi, roti tawar, dan juga kentang akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Beberapa jenis makanan tersebut mengandung jenis karbohidrat sederhana yang lebih mudah diubah menjadi glukosa di dalam tubuh kita. Akibatnya, mengkonsumsi beberapa jenis makanan tersebut dapat meningkatkan glukosa dalam darah secara drastis. Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat harian Anda, konsumsilah gandum dan juga biji-bijian.

Tips Mencegah Diabetes dengan memilih asupan makanan yang berasal dari gandum utuh seperti oatmeal, sereal, dan roti gandum baik untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Alasannya, beberapa jenis makanan tersebut mengandung jenis karbohidrat kompleks yang sulit untuk diubah menjadi glukosa. Mengkonsumsi beberapa jenis makanan tersebut juga akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga mencegah Anda untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan. Sementara itu, mengkonsumsi biji-bijian terbukti mampu menurunkan resiko untuk terkena penyakit diabetes sebesar 30%.

 

  1. Kayu Manis

Meskipun belum ada penelitian yang valid yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi kayu manis menjadi salah satu Tips Mencegah Diabetes, namun banyak yang membuktikan bahwa mengkonsumsi kayu manis dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Bahkan banyak ahli diabetes yang menyarankan asupan kayu manis setiap hari untuk mencegah penyakit diabetes.

 

  1. Konsumsi Sayuran dan Buah

Semua orang pasti akan sependapat bahwa mengkonsumsi sayur dan buah memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi sayur dan buah akan meningkatkan Tips Mencegah Diabetesmetabolisme tubuh, termasuk tingkat gula darah ini juga termasuk Tips Mencegah Diabetes. Selain itu, mengkonsumsi sayur dan buah juga akan melancarkan aliran darah sehingga mencegah kerusakan pembuluh darah.

 

 

 

Tips Mencegah Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment