Diabetes Turunan

Diabetes Turunan

Diabetes Turunan

Diabetes Turunan – Diabetes atau yang sering disebut dengan penyakit kencing manis merupakan salah satu jenis penyakit yang terjadi akibat berlebihnya kadar gula dalam darah seseorang yang disebabkan karena hormon insulin dalam tubuhnya tak mampu untuk mengontrol kandungan gula tersebut.

 

Bagaimana Bisa Terjadi Diabetes Turunan ??

Diabetes Turunan Pada tubuh yang normal, asupan makanan yang mengandung karbohidrat yang dikonsumsi akan diubah menjadi glukosa oleh sistem pencernaan yang nantinya zat tersebut akan diangkut oleh darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Glukosa ini nantinya akan terserap oleh sel-sel tubuh lalu diproses menjadi sumber energi. Insulin merupakan sejenis hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas yang berfungsi untuk membantu proses penyerapan glukosa dalam sel. Pada saat sel-sel tubuh tidak dapat merespon hormon insulin, maka glukosa akan sulit bahkan tidak bisa diserap oleh sel-sel tersebut yang pada akhirnya dapat terjadi penumpukan glukosa dalam darah, dan pada akhirnya glukosa tersebut akan dikeluarkan melalui urine.

 

Gangguan tersebut dapat mengakibatkan tubuh kekurangan energi, sehingga pada penderita Diabetes Turunan biasanya akan memiliki tubuh yang lemah dan mudah capek. Selain itu Diabetes Turunan dapat menimbulkan beberapa jenis komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, stroke, disfungsi seksual, katarak, hipertensi, kebutaan, bahkan dapat menimbulkan kematian.

 

Penyebab Penyakit Diabates Turunan

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga pengidap diabetes, dapat beresiko lebih tinggi untuk terkena Diabetes Turunan, baik itu diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Namun tak semua anak yang memiliki orangtua dengan diabetes, akan mengembangkan penyakit yang sama dikemudian hari. Hal ini sangat tergantung pada faktor lain yang tak kalah penting yaitu faktor lingkungan serta kebiasaan gaya hidup yang kita jalani.

Meskipun seseorang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, akan tetapi ia bisa menerapkan pola hidup yang dapat mencegah perkembangan Diabetes Turunan ini. Maka kemungkinan besar orang tersebut tidak akan mengalami Diabetes Turunan. Faktor-faktor Diabetes Turunan tersebut diantaranya adalah:

 

  1. Berat badan

Diabetes Turunan dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan (obesitas). Untuk itu, sebaiknya orang-orang yang beresiko terkena penyakit membahayakan ini selalu menjaga berat badannya agar tetap ideal.  Hal ini dapat dilakukan dengan olah raga secara rutin, maupun mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian.

  1. Pola makan

Faktor ini juga sangat berpengaruh pada besarnya resiko penyebab Diabetes Turunan. Dimana seseorang yang rajin mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis, mengandung banyak lemak, serta kolesterol dapat beresiko lebih tinggi untuk mengembangkan Diabetes Turunan.

  1. Istirahat

Seseorang yang memiliki frekuensi dan kualitas istirahat yang buruk juga dapat mengembangkan resiko timbulnya diabetes. Hal ini disebabkan oleh kurangnya istirahat dapat mempengaruhi atau meningkatkan nafsu makan seseorang, sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan bahaya obesitas.

  1. Stress

Stress yang berlebihan akan menimbulkan dampak terjadinya obesitas maupun tekanan darah tinggi (hipertensi) yang memicu peningkatan resiko Diabetes Turunan. Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, berolahraga, maupun melakukan refresing dapat membantu terhindar dari gangguan stress.

  1. Gerakan fisik

Seseorang yang kurang gerak dapat meningkatkan resiko terkena gangguan diabetes. Karena kurang gerak dapat menyebabkan terjadinya obesitas, maupun tidak lancarnya peredaran darah dalam tubuh yang pada akhirnya dapat memicu stress maupun hipertensi. Untuk itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk meluangkan waktu disela-sela kesibukan untuk melakukan latihan (olah raga) seperti aerobik, senam, jogging, berenang, maupun olah raga lainnya yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan jumlah maupun aktivitas insulin dalam tubuh.

 

Faktor Eksternal Penyebab Diabetes Turunan

Dalam sebuah buku yang berjudul “The Genetic Landscape of Diabetes”, para peneliti telah mengungkapkan hubungan faktor genetik sebagai salah satu penyebab Diabetes Turunan. Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa selain pemicu eksternal seperti diet dan infeksi, faktor keturunan juga memegang peranan dalam perkembangan Diabetes Turunan.

 

  • Faktor Resiko Diabetes Turunan tipe 1

Dalam tubuh manusia terdapat gen yang dinamakan gen HLA  yang mengkodekan molekul yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh. Molekul-molekul ini bertindak sebagai rantai kecil asam amino pada permukaan sel. Ketika sel-sel kekebalan menemukan rantai yang tidak pantas, maka mereka akan mulai menyerangnya. Tanpa gen HLA, sel-sel kekebalan tubuh tidak akan menemukan rantai virus, bakteri, atau sel-sel tumor. Di sisi lain, dengan mewarisi jenis tertentu dari gen HLA dapat meningkatkan kemungkinan bahwa sel-sel kekebalan akan menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Ini adalah bagaimana IDDM1 berkontribusi terhadap serangan kekebalan sel beta sehingga tercipta diabetes tipe 1 (diabetes kering).

 

  • Faktor Resiko Diabetes Turunan tipe 2

Jenis diabetes tipe ini bisa terjadi pada kalangan usia berapapun. Faktor lingkungan seperti asupan makanan dan olahraga memainkan peran penting dalam pengembangan penyakit ini. Mayoritas individu dengan diabetes tipe 2 memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Faktor Diabetes Turunan juga memegang peranan penting dalam kasus ini, yaitu dengan keterlibatan beberapa gen yang didefinisikan dapat memperburuk kondisi.

 

Mutasi yang terjadi dari satu gen dapat mengakibatkan penyakit. Dan pada diabetes tipe 2 (diabetes basah), diduga banyak sekali gen yang terlibat. Salah satu metode yang digunakan untuk menemukan hubungan antara gen dengan kerentanan Diabetes Turunan adalah dengan studi yang menghubungkan seluruh genom dari anggota keluarga yang terkena. Sampai saat ini hanya dua gen yaitu calpain 10 (CAPN10) dan hepatosit faktor nuklir 4 alpha (HNF4A) yang telah diidentifikasi dengan metode ini.

 

Tips Mencegah Resiko Diabetes Turunan

  • Mengontrol Kadar gula

Dengan melakukan pengontrolan secara berkala terhadap kadar gula darah, dapat membantu menurunkan resiko berkembangnya penyakit diabetes. Pada saat seseorang telah divonis dokter memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal yaitu 150 mg/dl, maka sebaiknya ia segera berusaha untuk menormalkan kembali kadar gulanya.

  • Melakukan kegiatan fisik

Seperti penjelasan diatas tadi bahwa seseorang yang kurang gerak dapat memiliki resiko yang tinggi akan penyakit Diabetes Turunan. Untuk itu, sebaiknya jangan ragu lagi untuk melakukan berbagai macam kegiatan fisik seperti berolahraga secara teratur. Karena dengan berolahraga, dapat melindungi tubuh dari gangguan obesitas, penyebab stress, serta dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

  • Menjaga pola makan

Pola makan yang buruk, seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis, mengkonsumsi junk food, maupun jenis-jenis makanan yang banyak mengandung lemak dan makanan yang mengandung kolesterol dapat meningkatkan resiko berkembangnya penyakit Diabetes Turunan. Maka sebaiknya pilihlah jenis-jenis makanan yang bersumber dari bahan-bahan alami, mengandung gula yang sederhana, mengandung banyak serat, rendah lemak, serta rendah kolesterol untuk menjaga agar sistem pencernaan dalam tubuh dapat berfungsi dengan normal.

  • Menghindari rokok maupun minuman beralkohol

Bahaya merokok dan mengkonsumsi alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan hormon insulin dalam menyebarkan glukosa ke seluruh organ. Hal inilah yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk memiliki diabetes.

  • Mendapatkan istirahat yang cukup

Kebiasaan begadang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pekerjaan yang menumpuk, atau hanya sekedar untuk memenuhi gaya hidup yang pada akhirnya akan mengakibatkan tubuh kurang mendapatkan istirahat. Hal ini dapat meningkatkan nafsu makan serta dapat menimbulkan stress yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko diabetes. Untuk itu, sebaiknya kita memberikan jeda waktu agar tubuh dapat beristirahat setelah melakukan aktivitas fisik seharian. Usahakan untuk memberikan tubuh waktu +/- 7 hingga 8 jam untuk beristirahat setiap harinya.

 

Waspadai gejala diabetes yang bisa ditimbulkan oleh kondisi Diabetes Turunan ini, antara lain adalah :

  • Mudah merasa lapar dan haus
  • Sering buang air kecil
  • Kaburnya penglihatan
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kesemutan pada bagian tangan dan kaki
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Terganggunya koordinasi gerak tubuh
  • Jika timbul luka akan sangat sulit disembuhkan

 

Jadi pada intinya, penyakit diabetes bisa menyerang siapa saja, baik itu yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes ataupun tidak. Hal tersebut tergantung pada gaya hidup dan kondisi lingkungan sekitar. Akan tetapi bagi mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat diabetes perlu untuk selalu waspada agar ia tidak turut mengembangkan penyakit berbahaya ini.

 

Diabetes Turunan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala Diabetes Tipe 1

 

Gejala Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun. Pada umumnya sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi untuk melawan dan menghancurkan apa saja yang dianggap asing atau berbahaya. Dalam kasus Gejala Diabetes Tipe 1, sistem kekebalan tubuh telah keliru menyerang sel-sel dalam pankreas sehingga produksi insulin pun berhenti. Ini karena kekebalan tubuh mengira sel-sel pankreas tersebut membahayakan tubuh.

Gejala-gejala umum diabetes yang sama untuk Gejala Diabetes Tipe 1 dan tipe 2 adalah:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering haus.
  • Sering lelah.

Sedangkan Gejala Diabetes Tipe 1 adalah:

  • Sering merasa lapar.
  • Rasa gatal serta infeksi ragi di sekitar vagina atau penis.
  • Turunnya berat badan dan massa otot.
  • Pandangan kabur karena perubahan bentuk lensa pada mata.
  • Infeksi kulit.

 

Gejala Diabetes Tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu bahkan beberapa hari. Jika penderita mengalami muntah-muntah dan napas dalam yang berat, berarti kondisi diabetesnya berada pada tahap berbahaya dan segeralah temui dokter.

 

Kadar Gula Darah yang Terlalu Tinggi (Hiperglikemia)

Kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) dapat terjadi karena produksi insulin dalam tubuh terhenti atau tidak cukup sehingga tidak ada hormon insulin yang dapat memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel yang kemudian mengolahnya menjadi energi.

Gejala Diabetes Tipe 1 karena hiperglikemia mirip dengan diabetes, tapi biasanya terjadi secara tiba-tiba dengan tingkat keparahan tinggi. Di antaranya:

  • Mulut kering
  • Merasa sangat haus
  • Mengantuk
  • Pandangan kabur
  • Sering buang air kecil
  • Pusing

 

Jika tidak diobati, hiperglikemia dapat menyebabkan kondisi serius di mana sel-sel tubuh akan berpaling pada lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif. Ini dapat berujung pada ketoasidosis diabetik yang kemudian memicu peningkatan kadar asam dalam darah dan mengakibatkan penderita muntah-muntah, mengalami dehidrasi, kehilangan kesadaran, bahkan kematian.

 

Kadar Gula Darah yang Terlalu Rendah (Hipoglikemia)

Selain kadar gula darah yang tinggi, penderita diabetes juga bisa mengalami kadar gula darah yang sangat rendah yang disebut hipoglikemia. Gejala Diabetes Tipe 1 ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, tapi umumnya karena insulin dalam tubuh memindahkan terlalu banyak glukosa dari darah.

Sebagian besar Gejala Diabetes Tipe 1 karena hipoglikemia disebabkan oleh efek samping pemakaian insulin yang berlebihan. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat lupa makan, olahraga serta aktivitas fisik yang terlalu berat, atau minum alkohol saat perut kosong.

 

Gejala Diabetes Tipe 1 hipoglikemia adalah:

  • Jantung berdebar-debar.
  • Gemetaran
  • Berkeringat
  • Cepat emosi
  • Lemas
  • Sensasi kesemutan pada bibir
  • Mual
  • Lapar

Cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Jika dibiarkan, Gejala Diabetes Tipe 1 hipoglikemia dapat berdampak buruk pada otak dan mengakibatkan:

  • Rasa linglung.
  • Pandangan kabur atau terlihat ganda.
  • Bicara tidak jelas.
  • Kehilangan kesadaran.

Untuk menangani gejala di atas, Anda membutuhkan suntikan hormon glukagon yang dapat meningkatkan kadar gula darah sesegera mungkin.

Para penderita diabetes tipe 1 yang berencana untuk berpuasa juga diharapkan selalu berwaspada karena memiliki risiko terkena hipoglikemia. Kondisi ini biasa terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa dan terutama pada penderita diabetes manula.

Jika merasakan gejala-gejala hipoglikemia seperti yang sudah dijelaskan di atas, penderita diabetes dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dengan minum air bergula, seperti sirup atau teh manis, lalu makan nasi seperti biasa.

Segera Cari Bantuan Bantuan Medis

 

Penderita diabetes sebaiknya segera mencari bantuan medis jika mengalami:

  • Napas berbau seperti buah-buahan.
  • Mual atau muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sakit perut.
  • Demam tinggi.

 

Gejala Diabetes Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Diabetes Melitus

Cara Mencegah Diabetes Melitus

Cara Mencegah Diabetes Melitus

Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang berpotensi memiliki angka penderita diabetes dengan jumlah yang sangat tinggi. Pada awalnya penderita penyakit diabetes banyak dijumpai pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Tapi sekarang beberapa negara berkembang seperti Indonesia juga termasuk dalam resiko tinggi. Ada dua jenis tipe diabetes yang dikenal yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa yang mengalami masalah pada sel penghasil insulin dalam pankreas. Kondisi ini sering ditemukan sejak lahir. Sementara itu jenis diabetes yang paling umum adalah diabetes tipe 2 yang banyak dialami oleh orang dewasa dan orang tua.

 

Resiko Tinggi Penyakit Diabates, Jika anda ?

Seringkali orang yang menderita diabetes sama sekali tidak menyadari jika terkena penyakit ini. Hampir semua gejala yang sering dirasakan terlalu diremehkan sehingga diabetes tidak bisa dicegah. Pada dasarnya diabetes bisa dicegah sejak awal jika memang disadari oleh penderita. Untuk mencegah agar tidak diabetes sebaiknya orang yang termasuk dalam resiko tinggi juga harus waspada. Berikut ini adalah beberapa resiko tinggi terkena diabetes.

  • Orang yang memiliki berat badan berlebih atau masuk dalam katergori obesitas.
  • Orang yang memiliki keturunan atau riwayat diabetes dalam keluarga.
  • Orang yang menderita beberapa penyakit seperti darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung.
  • Orang dewasa yang sudah berusia lebih dari 45 tahun dan memiliki riwayat tinggi kolesterol dan hipertensi.
  • Orang yang sudah pernah menjalani tes gula darah dan termasuk dalam kategori pra diabetes atau dengan gejala diabetes.
  • Orang yang menderita penyakit resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan insulin.

 

Diabates biasanya terjadi setelah melalui beberapa tahapan termasuk ketika penderita masuk dalam tahap pre diabetes. Pemeriksaan kadar gula darah secara teratur bisa menjadi usaha pencegahan yang sangat baik. Kadar gula darah yang normal adalah sekitar 70 – 100 mg/dl (dengan pemeriksaan setelah puasa selama 8 jam) dan < 140 mg/dl (pemeriksaan dua jam setelah makan). Dibawah ini adalah beberapa Cara Mencegah Diabetes Melitus (bagi orang yang memiliki kadar gula darah normal dan pra diabetes).

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Berhenti Merokok.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok maka Cara Mencegah Diabetes Melitus adalah berhenti mulai sekarang. Rokok meninggalkan nikotin dalam saluran pernafasan kemudian akan diambil oleh darah. Darah yang mengandung nikotin akan merusak sistem insulin pada pankreas sehingga resiko diabetes menjadi semakin tinggi. Bahaya merokok selain menjadi penyebab diabetes juga dapat menimbulkan ratusan penyakit paling mematikan di dunia lainnya.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus Berhenti Minum Alkohol.

Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan tidak meminum alkohol. Alkohol adalah salah satu pemicu beberapa jenis penyakit dalam tubuh seperti jantung, stroke, kanker hati dan beberapa jenis penyakit lain. Jantung menjadi salah satu potensi besar untuk merusak kemampuan tubuh dalam menghasilkan insulin. Karena itulah bahaya alkohol bisa meningkatkan potensi diabetes.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Hindari Kebiasaan Tidak Melakukan Aktivitas Apapun.

Ketika Anda sedang menonton televisi maka jangan menggunakan remote kontrol. Terlalu banyak duduk akan memicu timbunan lemak dalam tubuh sehingga Anda bisa menjadi lebih gemuk. Jadi, membuat tubuh selalu bergerak paling tidak hanya berjalan-jalan akan membuat simpanan kalori dalam tubuh bisa dibakar menjadi tenaga.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Turunkan Berat Badan

Obesitas adalah salah penyebab diabetes yang paling tinggi. Memiliki berat badan yang berlebih akan memicu beberapa penyakit seperti jantung. Ketika tubuh beresiko memiliki penyakit jantung maka potensi diabetes juga akan semakin tinggi. Jika kondisi ini terjadi maka Anda bisa menurunkan berat badan dengan melakukan olahraga secara teratur dan diet.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Ganti Sumber Karbohidrat dengan Biji-Bijian

Sumber karbohidrat yang berasal dari tanaman gandum dan biji-bijian bisa membuat enzim pencernaan sulit merubah pati menjadi glukosa. Proses ini akan membuat tubuh mendapatkan kadar gula dalam darah dengan proses yang lebih lama. Jika hal ini terjadi maka tubuh akan memproses insulin sesuai dengan kebutuhan. Dengan Cara Mencegah Diabetes Melitus ini maka resiko diabetes bisa dikurangi dan untuk mencegah terjadinya diabetes. beberapa jenis makanan yang bisa digunakan untuk menggantikan karbohidrat lembut seperti nasi adalah gandum, sereal, jagung dan ubi.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Hindari Terlalu Sering Konsumsi Minuman Manis

Minuman manis yang mengandung gula dan bahan pemanis lain telah meningkatkan resiko diabetes. Minuman manis memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber tenaga tapi dalam jumlah yang kecil. Selain minuman manis maka minuman yang mengandung soda dan berbagai bahan pengawet juga harus dihindari. Minuman manis akan meningkatkan kadar glikemik dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan resiko obesitas dan diabetes.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Konsumsi Lemak Tak Jenuh Ganda

Lemak tak jenuh ganda adalah jenis lemak yang ditemukan pada beberapa jenis kacang-kacanga, biji-bijian, ikan salmon, ikan sarden dan beberapa jenis ikan lain . Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Lemak ini dapat membantu tubuh dalam mencegah diabetes. Sementara jenis minyak trans seperti minyak sawit dan margarin akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan meningkatkan resiko diabetes.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Batasi Konsumsi Daging Merah

Daging merah yang berasal dari domba, sapi , dan babi ternyata bisa meningkatkan resiko diabetes. Daging merah tidak mudah diterima oleh tubuh termasuk dalam proses metabolisme. Untuk menghindari resiko ini maka Cara Mencegah Diabetes Melitus sebaiknya ganti daging merah dengan daging unggas.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Lakukan Berbagai Macam Aktifitas Fisik

Berbagai macam gerakan dan latihan fisik bisa menghindari tubuh dari penumpulan lemak, resiko obesitas dan membuat jantung menjadi lebih sehat. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan gaya hidup seperti ini maka tubuh akan meningkatkan produksi insulin dan digunakan untuk membantu menormalkan kadar gula dalam darah. Anda bisa memilih beberapa aktifitas fisik seperti berenang, senam dan lari. Latihan fisik 20 menit setiap hari sudah bisa menurunkan resiko terkena diabetes.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Konsumsi Makanan Berserat

Makanan yang mengandung serat akan membuat sistem metabolisme dalam tubuh berjalan lebih lancar. Organ pencernaan bisa bekerja secara maksimal dan zat-zat penting yang berasal dari makanan bisa digunakan oleh tubuh dengan cepat. Makanan berserat juga bisa menurunkan resiko penyakit jantung dan menjaga organ pencernaan. Dengan Cara Mencegah Diabetes Melitus ini maka resiko diabetes akan menjadi lebih rendah. beberapa makanan berserat antara lain adalah sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, dan biji-bijian.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Atur Porsi Makan

Konsumsi makanan yang seimbang dengan kebutuhan nutrisi tubuh adalah langkah yang sangat bijak. Pada dasarnya dalam setiap satu piring makan harus terdapat sekitar seperempat bagian protein, sayuran, buah, dan karbohidrat. Ini adalah salah satu pengaturan porsi makan yang paling sehat. Namun kita sering lupa bahwa makan hanya untuk membuat perut menjadi kenyang namun ternyata bukan hal itu yang dibutuhkan oleh tubuh. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan mengatur porsi makanan dengan jumlah yang kecil dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi bisa mengurangi resiko diabetes.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Batasi Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng adalan salah satu jenis makanan favorit semua orang. Namun tanpa disadari ternyata minyak yang berasal dari minyak sawit mengandung lemak yang cukup tinggi. Lemak bisa meningkatkan resiko penyakit jantung yang berarti bahwa resiko diabetes juga akan meningkat. Untuk menggantikan makanan yang digoreng Cara Mencegah Diabetes Melitus sebaiknya ganti cara memasak dengan direbus atau dikukus.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Batasi Makanan Olahan

Makanan olahan memang rasanya sangat enak dan mudah ditemukan dimana saja. Namun ternyata makanan olahan belum tentu sehat untuk tubuh dan bisa meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes. Makanan olahan juga mengandung berbagai jenis bahan makanan tambahan yang bisa mengacaukan sistem metabolisme dalam tubuh. Karena itu Cara Mencegah Diabetes Melitus adalah hindari makanan olahan dan pilih makanan sehat.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Selalu Perhatikan Label Makanan

Jika Anda membeli makanan dalam kemasan maka sebaiknya selalu perhatikan dengan label nutrisi yang tercantum. Biasanya beberapa nutrisi akan dicantumkan dalam daftar makanan seperti kalori, gula, karbohidrat, dan berbagai jenis vitamin lain. Untuk menghindari makanan yang terlalu banyak mengandung kalori maka amati semua daftar dalam label. Cara Mencegah Diabetes Melitus sebaiknya juga jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan dalam kemasan.

  1. Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan Berolahraga secara rutin

Ada banyak Cara Mencegah Diabetes Melitus dengan berolahraga yang membakar kalori super banyak yang dapat anda manfaatkan untuk mencegah terjadinya diabetes dan memperkecil risiko tersebut.

 

Diabetes masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan bagi semua orang. Diabetes bisa meningkatkan beberapa resiko penyakit lain sehingga terkadang penderita merasa sangat depresi. Hidup sehat dengan menghindari semua resiko diabetes akan memberikan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Selain itu penting bagi semua orang untuk memeriksa kadar gula darah

 

Cara Mencegah Diabetes Melitus

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2

Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi.

Diabetes Tipe 2

Sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Yang biasanya mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Jika tubuh kekurangan insulin atau muncul resistansi terhadap insulin pada sel-sel tubuh, kadar zat gula (glukosa) darah akan meningkat drastis. Inilah yang memicu dan menjadi penyebab penyakit diabetes (diabetes melitus).

 

Penderita Diabetes di Indonesia

Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi kurang dari setengah dari mereka yang menyadari kondisinya. Jadi pada umumnya diabetes merupakan penyakit yang banyak menyerang orang Indonesia.

Pada tahun 2011, orang dewasa yang mengidap diabetes di Asia Tenggara diperkirakan mencapai 71,4 juta jiwa atau sekitar 8,3% dari total populasi dewasa di wilayah ini.

 

Apa Sajakah Jenis-jenis Diabetes?

Diabetes memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jenis diabetes yang paling umum terjadi adalah Diabetes Tipe 2. Sekitar 80% pengidap diabetes di Indonesia menderita tipe ini.

Diabetes Tipe 2 terjadi karena penurunan produksi insulin dalam tubuh sehingga fungsinya tidak maksimal atau tubuh mulai menjadi kurang peka terhadap insulin. Reaksi ini dikenal dengan istilah resistansi terhadap insulin.

Jenis ini biasanya menyerang orang-orang berusia di atas 40 tahun. Tetapi usia pengidapnya akhir-akhir ini bertambah muda. Diabetes Tipe 2 juga lebih sering dialami oleh etnis Asia dibanding etnis lain.

 

Apa Sajakah Gejala-gejala Diabetes?

Gejala diabetes bervariasi dan ada beberapa yang sama antara gejala diabetes tipe 1 dan Diabetes Tipe 2. Di antaranya:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa haus dan sering kelelahan.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Turunnya berat badan.

Konsultasikanlah kepada dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas sehingga diagnosis serta pendeteksian dini dapat dilakukan.

 

Kondisi-kondisi yang Menjadi Penyebab Diabetes Tipe 2

Kadar gula darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, organ yang terletak di belakang lambung. Insulin berfungsi untuk memindahkan zat gula dari darah ke sel-sel tubuh yang akan mengubahnya menjadi energi.

Tetapi organ pankreas dalam tubuh penderita Diabetes Tipe 2 tidak memproduksi cukup insulin untuk menjaga keseimbangan kadar zat gula darah. Hal ini juga dapat terjadi karena tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif.

 

Langkah-langkah Pengobatan Diabetes Tipe 2

Meski Diabetes Tipe 2 tidak bisa disembuhkan, diagnosis dini sangat penting agar diabetes dapat segera ditangani. Pendeteksian dini memungkinkan kadar gula darah penderita diabetes untuk dikendalikan.

Tujuan pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan keseimbangan kadar zat gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Mengubah gaya hidup juga bisa mengendalikan gejala-gejala Diabetes Tipe 2, misalnya dengan menerapkan pola makan sehat.

Tetapi jenis diabetes ini adalah penyakit yang progresif. Karena itu penderita Diabetes Tipe 2 biasanya akan membutuhkan obat-obatan untuk menjaga keseimbangan kadar zat gula darahnya. Proses pengobatan umumnya diawali dengan obat dalam bentuk tablet yang kemudian bisa diikuti dengan terapi suntikan, misalnya insulin.

 

Komplikasi yang Diakibatkan oleh Diabetes Tipe 2

Diabetes dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi jika diabaikan. Kadar zat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. Peningkatan kadar gula yang ringan tanpa memicu gejala pun bisa mengakibatkan dampak jangka panjang.

 

Saran-saran Bermanfaat bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Penderita Diabetes Tipe 2 sebaiknya menjaga kesehatan dengan cermat. Melalui sebuah pemantauan kesehatan, proses pengobatan yang dijalani penderita akan lebih lancar, sekaligus dapat meminimalisasi risiko komplikasi. Langkah-langkah berikut ini juga bisa membantu bagi penderita diabetes.

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Teratur dalam berolahraga.
  • Membatasi konsumsi minuman keras.
  • Berhenti merokok.

 

 

Diabetes Tipe 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1

Semua sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat berfungsi dengan normal dan kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin. Jika tubuh kekurangan insulin atau sel-sel tubuh menjadi resistan terhadap insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis akibat penumpukan. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes (diabetes melitus).

Diabetes Tipe 1

Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah yang di atas normal.

Penderita Diabetes di Indonesia

Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan berjumlah 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya.

Asia Tenggara adalah salah satu wilayah dengan prevalensi tertinggi untuk diabetes tipe 1. Ada sekitar 111.500 anak-anak di bawah 15 tahun yang mengidap diabetes tipe 1 dengan perkiraan 18.000 kasus baru pada tiap tahun.

Apa saja Tipe Diabetes?

Jenis utama penyakit ini adalah Diabetes Tipe 1 dan tipe 2. Penderita Diabetes Tipe 1 sangat bergantung pada insulin. Tipe ini juga terkadang dikenal dengan istilah diabetes ‘remaja’ karena umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun terutama pada masa remaja.

Organ pankreas dalam tubuh penderita Diabetes Tipe 1 tidak memproduksi insulin sehingga penderita harus menerima suntikan insulin tiap hari. Insulin sangat penting karena berfungsi untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan serius pada organ-organ tubuh.

Selain suntikan insulin, penderita Diabetes juga harus menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan pola makan yang sehat, teratur berolahraga, dan tes darah secara rutin.

Gejala-gejala Umum pada Diabetes

Gejala Diabetes bermacam-macam. Di antaranya:

  • Sering merasa haus.
  • Sering kelelahan.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Berkurangnya massa otot (pada penderita diabetes tipe 1).
  • Turunnya berat badan (pada penderita diabetes tipe 1).

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Diabetes Tipe 1?

Penyebab utama diabetes berhubungan erat dengan hormon insulin. Diabetes Tipe 1 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke sel-sel yang akan mengolahnya menjadi energi. Organ pankreas dalam tubuh penderita Diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Tanpa insulin, sel-sel tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan turunnya berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik pada penderita Diabetes, yaitu saat darah menjadi terlalu asam serta terjadi dehidrasi yang membahayakan.

Diabetes Tipe 1 disebut dengan kondisi autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dalam pankreas karena mengira mereka membahayakan tubuh.

Langkah-langkah Pengobatan untuk Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1 tidak bisa disembuhkan dan hanya bisa dikontrol. Diagnosis diabetes sejak dini sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan. Dengan pendeteksian dini, kadar gula darah penderita Diabetes bisa dikendalikan. Pengobatan Diabetes bertujuan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Tubuh penderita Diabetes tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima suplai insulin dari luar tubuh secara rutin. Mereka juga dituntut untuk belajar menyesuaikan suplai insulin dengan makanan yang dikonsumsi, kadar gula darah, dan aktivitas yang dilakukan. Proses penyesuaian ini harus dilakukan secara bertahap.

Beberapa jenis insulin yang bisa digunakan, di antaranya:

  • Insulin kerja panjang yang dapat bertahan satu hari.
  • Insulin kerja singkat yang dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja cepat yang tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.

Cara pengobatan untuk penderita Diabetes Tipe 1 bisa menggunakan kombinasi dari jenis-jenis insulin di atas.

Transplantasi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin (sel islet) juga mungkin dapat menolong sebagian penderita Diabetes Tipe 1. Dalam proses ini, sel islet dari yang diambil dari donor sudah meninggal akan dimasukkan ke pankreas penderita Diabetes Tipe 1.

Transplantasi islet memang efektif untuk mengurangi risiko serangan hipoglikemia parah. Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar gula darah jatuh terlalu rendah. Kondisi ini sama berbahayanya dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Tetapi walau ada negara-negara yang sudah menerapkan transplantasi islet, banyak juga penderita diabetes yang enggan menjalaninya karena risiko yang cukup tinggi.

Komplikasi yang Dapat Ditimbulkan Diabetes

Kagar glukosa darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. Karena itu, Diabetes Tipe 1 bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi jika tidak dikendalikan dengan baik. Peningkatan kadar gula darah yang tidak signifikan dan tidak memicu gejala pun bisa mengakibatkan dampak jangka panjang.

Pola makan sehat dan seimbang serta olahraga teratur terbukti dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita Diabetes Tipe 1. Berhenti merokok juda dapat mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung.

Diabetes yang Muncul Saat Kehamilan

Diabetes juga kerap menyerang ibu hamil. Wanita yang sedang hamil juga terkadang memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan sehingga tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya.

Jenis diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini umumnya berkembang pada trimester kedua dan akan hilang setelah bayi lahir. Diabetes ini dapat terjadi pada sekitar dua orang di antara 100 wanita yang hamil. Bagi para wanita penderita diabetes tipe 1, kehamilan dapat memperparah kondisi mereka.

Penderita Diabetes Tipe 1 yang hamil juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami komplikasi, terutama pada kesehatan janin. Karena itu sangat penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah.

 

Diabetes Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengobati Diabetes

Cara Mengobati Diabetes

Cara Mengobati Diabetes

Cara Mengobati Diabetes: Menderita penyakit ini memang sangat menyiksa, karena dengan terkenanya penyakit ini kita sangat dibatasi dalam kegiatan sehari – hari, hingga dalam mengkonsumsi makanan pun kita sangat dibatasi. Memang benar penyakit ini bisa menjadi penyakit turunan, tapi penyakit diabetes juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat yang banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi / kita tidak bisa mengontrol makanan yang kita konsumsi, kita jarang melakukan olahraga, dan kehidupan sehari – hari lainnya yang dapat menyebabkan orang terkena penyakit diabetes. Berikut kami akan sedikit menjelaskan mengenai penyakit diabetes :

 

Diabetes Itu Adalah …

Diabetes merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguang sistem endokrin yang menyebabkan tingkat glukosa / gula dalam tubuh kita menjadi tidak normal (berlebih). Semua itu terjadi karena jumlah insulin didalam darah tidak mencukupi ataupun sel – sel tubuh tidak memberikan respon terhadapinisulin, sehingga gula tidak dapat masuk kedalam sel – sel tubuh manusia dan tidak bisa digunakan oleh tubuh manusia untuk bekerja secara normal. Diabetes type ini disebut diabetes melitus atau sering disebut kencing manis. Berikut kita bahas Cara Mengobati Diabetes.

 

Cara Mengobati Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh :

  • Tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang telah dihasilkn oleh pankreas, atau
  • Organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup untuk membantu gula masuk kedalam sel – sel darah

Kedua hal tersebut terjadi didalam tubuh kita sehingga kita terkena penyakit diabetes melitus

 

Cara Mengobati Diabetes faktor – faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita diabetes :

  • Faktor keturunan
  • Obesitas / kegemukan yang biasanya terjadi pada usia 40 tahunan
  • Terjadi kerusakan pada sistem pankreas
  • Tingkat / kadar kolesterol yang tinggi
  • Gaya hidup yang tidak sehat yang kebanyakan mengkonsumsi makanan instant / junk food
  • Tekanan darah yang tinggi
  • Sering merokok dan stress
  • Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat

 

Cara Mengobati Diabetes Penderita diabetes biasanya sering terlihat lemah, lemas dan tidak bertenaga, semua itu karena tubuh kekurangan energi yang disewbabkan oleg terganggunya sistem metabolisme karbohidrat.

Berikut gejala umum yang dirasakan oleh penderita diabetes :

  • Mudah lapar dan menjadi banyak makan
  • Gampang haus dan banyak minum
  • Banyak buang air kecil terutama pada malam hari
  • Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Sering pusing dan mual
  • Mudah terkena infeksi pada kulit
  • Mudah mengantuk dan mudah lelah
  • Berat badan menurun terus menerus
  • Jika tergores oleh sesuatu benda yang menyebabkan luka, maka luka itu sangat susah untuk sembuh bahkan bisa menjadi lebih besar
  • Sering merasa kesemutan dan gatal – gatal pada daerah kaki dan tangan
  • Kordinasi gerak anggota tubuh terganggu

 

Cara Mengobati Diabetes dengan megetahui gejala – gejala tersebut terjadi karena kadar gula darah yang tinggi sehingga menyebabkan ginjal menghasilkan air kemih dengan jumlah yang berlebihan yang bertujuan untuk mengencerkan glukosa / gula sehingga penderita menjadi sering buang air kecil. Dan karena itu penderita jadi banyak minum karena proses tersebut yang menyebabkan rasa haus yang tak terkendali oleh penderita. Akibat proses tersebut pulalah kalori dalam tubuh penderita menjadi berkurang sehingga menyebabkan penurunan pada berat badan penderita dan menyebabkan nafsu makan yang meningkat. Oleh sebab itu untuk para penderita diabetes disarankan untuk bisa mengatur pola makan dan banyak melakukan olahraga, semua itu untuk mempertahankan kadar gula yang normal pada darah

 

Cara Mengobati Diabetes dengan memakan makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes diantaranya :

  • Apel , aprikot dan pir
  • Ikan makarel, sarden dan salmon
  • Labu dan biji rami
  • Sayuran dan bauh – buahan
  • Oat
  • Roti gandum dan ubi jalar
  • Beras merah

 

Cara Mengobati Diabetes tersebut dianjurkan karena dianggap dapat memberikan asupan zat yang sangat dibutuhkan penderita diabetes, tanpa membahayakan kesehatan. Selain jenis makanan, penderita diabetes juga harus memperhatikan porsi makanan dan pola/ jadwal makannya. Dengan memperhatikan ketiga hal tersebut, kemungkinan meningkatnya kadar gula dalam darah dapat diminimalisir.

 

Cara Mengobati Diabetes dengan menghindari  pantangan makanan untuk penderita diabetes :

  • Nasi putih
  • Kentang
  • Pasta putih
  • Saus tomat
  • Roti
  • Pemanis buatan
  • Minuman berenergi
  • Makanan atau minuman yang mengandung kafein
  • Nangka dan durian

Cara Mengobati Diabetes juga dapat dilakukan jika kita menghindari makanan atau minuman yang banyak mengandung gula.

Cara Mengobati Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Insipidus Deteksi Sejak Dini

Diabetes Insipidus Deteksi Sejak Dini

 

Diabetes Insipidus adalah penyakit yang berkaitan dengan hormon ADH (anti-diuretik hormon) atau reseptornya. Hormon ADH bekerja pada ginjal untuk memekatkan urin, sehingga terjadi keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Bila terjadi gangguan pada produksi hormon ADH atau masalah pada reseptornya di ginjal, maka akan membuat produksi urin yang berlebihan sehingga bisa mengakibatkan dehidrasi dan membuat penderita merasa kehausan setiap saat.

Diabetes Insipidus Deteksi Sejak Dini

Diabetes Insipidus Deteksi Sejak Dini

Diabetes insipidus dan diabetes mellitus merupakan dua penyakit yang berbeda dan tidak terkait. Walaupun kedua penyakit ini memiliki gejala yang sama yaitu polyuria (produksi urin yang berlebihan), namun pada penderita diabetes insipidus tidak mengandung glukosa.

Diabetes  insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Ada 2 jenis diabetes-insipidus :

  • Diabetes insipidus sentral. Penyebabnya adalah terjadi kekurangan produksi hormon ADH .
  • Diabetes insipidus nefrogenis. Penyebabnya adalah ginjal tidak peka atau tidak memberikan respon pada hormon anti-diuretik. Hal ini mengakibatkan urin menjadi sangat encer dan keluar dalam jumlah yang cukup banyak.

Gejala Penyakit Diabetes Insipidus

Setelah Anda memahami apa itu diabetes insipidus dan kedua jenis penyakit diabetes insipidus beserta penyebabnya dengan baik, perhatikan dengan baik gejala penyakit diabetes insipidus di bawah ini :

  1. Mual Dan Pusing

Tidak terikat pada satu jenis penyakit tertentu, mual dan pusing bisa menjadi tanda nyata jika tubuh Anda tengah berusaha untuk melawan penyakit. Bila gejala ini sering terjadi tanpa henti selama beberapa hari, Anda perlu melakukan sesi konsultasi dengan dokter.

  1. Sering Buang Air Kecil

Sudah dijelaskan sebelumnya secara medis mengapa, pasien diabetes insipidus sering bolak balik toilet untuk buang air kecil, namun tidak selalu gejala ini berkaitan dengan penyakit diabetes insipidus, oleh karena itu disarankan untuk melakukan serangkaian tes urin agar lebih jelas apa penyakit yang tengah Anda derita.

  1. Minum Berlebihan

Bila dalam satu hari Anda bisa menghabiskan air putih sebanyak 2 liter maka itu masih bisa disebut dengan istilah normal, namun bagaimana bila konsumsi air putih Anda melebihi batas normal, perlu dicari tahu apa sebenarnya alasan dibalik kebiasaan tersebut.

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya diabetesinsipidus dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Yang menyebabkan terjadinya diabetes  insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

Komplikasi Diabetes Insipidus

Rendahnya jumlah air atau cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Ini adalah salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes insipidus. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, Anda bisa minum oralit untuk mengatasinya. Tapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan jika dehidrasi yang dialami cukup parah.

Selain dengan cara-cara tersebut, Anda juga bisa mencegah diabetes dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk kesehatan atau metabollisme tubuh. Ada banyak suplemen kesehatan yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen kesehatan S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit salah satunya penyakit diabetes. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Untuk menyembuhkan Penyakit Diabetes Insipidus setidaknya diperlukan waktu dalam penyembuhannya karena tergantung dengan metabolisme tubuh serta berat ringannya keluhan. Dan lebih bagus lagi sebagai perlindungan dan pencegahan Penyakit Diabetes sebaiknya Super Lutein (S-Lutena) dikonsumsi sebagai suplemen harian. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam super lutein ini mempunyai andil dalam kesehatan tubuh secara menyeluruh. Super Lutein (S-Lutena) adalah obat herbal yang 100% herbal organik yang cara kerjanya memperbaiki metabolisme tubuh terlebih dahulu. Penyembuhan super lutein secara bertahap dan pasti.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Insipidus Deteksi Sejak Dini

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1

 

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Jenis utama penyakit ini adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 jarang terjadi jika dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Hanya sekitar dua orang yang menderita diabetes tipe 1 di antara seluruh 10 penderita diabetes. Selain harus menerima suntikan insulin tiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan pola makan sehat dan tes darah secara rutin.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Pandangan yang kabur.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Luka yang lama sembuh.
  • Tekanan darah yang tinggi.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
  • Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.

Penderita jenis diabetes tipe 1 ni sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderitanya akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh.

Penderita diabetes tipe 1 biasanya adalah orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun dan umumnya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Maka dari itu diabetes jenis ini juga disebut sebagai diabetes anak-anak.

Komplikasi Pada Diabetes Tipe 1

Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes tipe 1 dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang lebih serius, seperti:

  1. Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf mengakibatkan gangguan pada sistem sirkulasi darah, khususnya di daerah kaki. Kondisi ini akan menyebabkan luka gores kecil di kaki dengan cepat berubah menjadi luka yang parah dan infeksi. Pada kasus yang serius, kaki yang mengalami infeksi harus segera diamputasi agar luka tidak terus menyebar.

  1. Kerusakan Retina

Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 akan memiliki masalah pada mata. Resiko tersebut akan semakin meningkat setelah 15 tahun menderita diabetes tipe ini. Menjaga level glukosa tetap normal akan menurunkan resiko kerusakan retina.

  1. Kerusakan Ginjal

Penderita diabetes tipe 1 memiliki resiko mengalami kerusakan ginjal. Resiko ini akan terus meningkat seiring dengan waktu, khususnya setelah menderita diabetes selama 15-25 tahun. Komplikasi ini dapat mengakibatkan kondisi yang lebih serius seperti gagal ginjal atau serangan jantung.

Diabetes tipe 1, Pola makan sehat dan seimbang serta olahraga teratur terbukti dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung pada penderita diabetes tipe 1.

Pengobatan Diabetes Tipe 1

Untuk mengobati dan mencegah diabetes tipe 1, Anda bisa mencegah ciri ciri diabetes dan mengobati nya dengan mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Kering

Diabetes Kering

 

Diabetes kering merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya jika terlalu lama dibiarkan, maka untuk dapat menyembuhkannya harus segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat tentunya. Selain itu juga, agar penyakit ini tidak sering kambuh anda harus menjaga asupan makanan agar gula darah yang terdapat dalam tubuh anda tidak naik sehingga menyebabkan penyakit yang cukup serius. Untuk itu bagi penderita diabetes kering dianjurkan pintar-pintar memilih makanan yang cocok dikonsumsi. Maka dari itu kami akan memberi tahu anda beberapa makanan sehat untuk penderita diabetes kering yang baik dikonsumsi.

Diabetes Kering

Diabetes Kering

Pada penderita diabetes sangat diwajibkan untuk mengontrol makanan yang dikonsumsi setiap harinya agar tidak terjadi lonjakan kadar gula dalam darah. Sebaiknya, penderita diabetes mengkonsumsi makana yang mengandung glokosa rendah sehingga kadar glukosa dalam darah bisa stabil.

Gejala dan Tanda Diabetes Kering

Berikut beberapa gelaja dan tanda yang perlu diwaspadai dari diabetes kering :

  • Peningkatan rasa lapar. Hal ini terjadi akibat glukosa darah yang terus dibuang tanpa disalurkan ke sel-sel tubuh.
  • Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil. Hal ini terjadi akibat pembuangan glukosa dan air ke dalam urin secara terus menerus tanpa melalui proses penyaringan yang normal (dehidrasi).
  • Mulut kering akibat dehidrasi.
  • Napas berbau buah. Hal ini terjadi akibat pembentukan keton (zat yang baunya menyerupai buah-buahan) sebagai hasil proses pembakaran lemak dengan aseton sebagai sumber energi.
  • Penglihatan yang kabur. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi yang membuat perubahan lensa mata.
  • Pegal otot akibat dehidrasi.
  • Hal ini karena fluktuasi gula darah yang membuat mood berubah-ubah.
  • Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi.
  • Gatal yang juga akibat kadar gula darah yang tinggi.
  • Berat badan yang turun drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Penyebab Diabetes Kering

Salah satu penyebab penyakit diabetes kering ialah sebagai berikut :

  • Pola makan yang tidak beraturan penyebab diabetes kering : Karena pola makan yang tidak beraturan seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung rasa manis secara berlebihan, makan makanan ringan terlalu banyak, soft dirink dan makanan lainnya.
  • Obesitas penyebab penyakit diabetes kering : Orang yang mengalami obesitas akan lebih rentan timbulnya penyakit daibetes kering dalam tubuh.
  • Faktor genetik atau faktor turunan penyebab diabetes kering : Penyakit yang diturunkan orang tua kepada anaknya
  • Obat-obatan kimia penyebab diabetes kering : Obat-obatan berbahan kimia akan mengakibatkan terjadinya diabetes kering
  • Pola Hidup penyebab diabetes kering : Pola hidup yang tidak sehat dapat memicu timbulnya diabetes kering seperti kurang tidur, badab tidak digerakan dan terlalu banyak duduk.

Hal-hal yang harus diketahui dan dilakukan penyandang penyakit diabetes kering pada saat sakit sebagai berikut :

  • Memeriksakan glukosa darah lebih sering dari biasanya. Jika perlu dan jika memungkinkan setiap 4 jam sekali.
  • Jika memungkinkan, tetap makan teratur.
  • Jika muncul mual dan muntah, dianjurkan mengkonsumsi makanan lunak dan cair dalam porsi kecil tetapi sering dengan jumlah kalori totalnya sama seperti biasa. Cobalah minum 400 cc cairan setiap satu jam, misalnya teh, jus buah, atau minuman soda diet.
  • Minum banyak cairan bebas kafein setiap jam untuk mencegah kekurangan cairan tubuh. Minum sedikit demi sedikit secara perlahan akan membantu jika terdapat rasa sakit dibagian lambung (ulu hati).
  • Periksa suhu tubuh empat kali sehari jika tubuh terasa lebih hangat dari pada biasanya.
  • Simpan daftar nomor telepon untuk menghubungi dokter, perawat, rumah sakit dan Ambulan.
  • Cari pertolongan medis jika penyakit tidak bisa diatasi atau bertambah parah.

Setelah mengenal gejala dan tanda-tanda diabetes kering, maka apabila Anda merasakan gejala dan tanda timbulnya diabetes, segera periksakan kadar gula darah, agar terhindar dari resiko yang lebih parah. Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyakit diabetes kering. Cek selalu kesehatan tubuh Anda. Semoga bermanfaat.

S-Lutena Suplemen Kesehatan Terbaik Untuk Mengatasi Penyakit Diabetes Kering Lainnya

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S.Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit. S.Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Diabetes Melitus GestasionalMengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S Lutena (Super Lutein) merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena (Super Lutein) juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Saat Hamil

Diabetes Saat Hamil

 

Diabetes Saat Hamil, Diabetes atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi atau melebihi batas normal. Penyebabnya, kekurangan insulin dalam darah atau karena tubuh tidak efisien mengolah insulin.

Diabetes Saat Hamil

Diabetes Saat Hamil

Insulin adalah hormon tubuh yang berfungsi dalam metabolisme gula. Sel memerlukan insulin agar gula di darah dapat masuk ke sel dan dipakai sebagai sumber energi. Bila insulin kurang, gula tidak dapat diserap sel, sehingga tetap beredar di darah. Akibatnya, kadar gula darah tinggi atau terjadi diabetes tipe I.

Kondisi lainnya, adalah jumlah insulin cukup, namun sel tubuh tidak dapat mengolah dengan baik, disebut resistensi insulin atau diabetes tipe II. Ada lagi tipe lainnya, yaitu diabetes saat hamil atau gestasional yang dialami 5% ibu hamil. Diabetes saat hamil sulit dideteksi, sehingga penting mengetahui faktor risikonya.

Mengapa Bisa Terjadi Diabetes Saat Hamil ?

 Seringkali, diabetes baru muncul ketika seseorang hamil. Mengapa? Saat hamil terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat untuk persiapan nutrisi janin dan menyusui. Karenanya, tubuh ibu butuh hormon insulin ekstra. Saat hamil terjadi perlambatan penyerapan makanan, akibatnya kadar gula darah meningkat lama, juga perlu hormon insulin.

Di akhir kehamilan, kebutuhan insulin meningkat 3 kali normal, disebut “tekanan diabetogenik” dalam kehamilan. Artinya, kehamilan merupakan kondisi dimana terjadi resistensi insulin alamiah sehingga tubuh “tidak tahan” glukosa. Ini akibat plasenta memproduksi hormon anti-insulin; human placental lactogen, kortisol, dan glukagon. Ibu hamil  yang tidak dapat meningkatkan produksi insulin akan terkena diabetes kehamilan.

Gejala Diabetes Saat Hamil

Kenali gejalanya sedini mungkin, Bunda. Sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan. Karena diabetes bisa berpengaruh terhadap janin. Waspadai jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Berat badan turun drastis.
  • Keluhan yang sering dihubungkan dengan diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk.

Jika gejala-gejala tersebut ternyata memang Anda rasakan saat hamil, segera periksakan ke dokter.

Penyebab Diabetes Saat Hamil

Banyak factor yang menyebabkan diabetes saat hamil. Namun tidak semua kehamilan mencetuskan diabetes. Banyak faktor yang memengaruhi munculnya diabetes saat hamil, seperti:

  • Hamil di atas 30 tahun.
  • Gemuk atau obesitas
  • Ada riwayat diabetes dalam keluarga.
  • Mengalami diabetes pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki riwayat keguguran berulang.
  • Memiliki riwayat resistensi insulin sebelum hamil (misalnya, kasus polikistik ovarium, yaitu gangguan hormonal yang membuat ovarium berisi banyak kista sehingga membesar, menebal, dan menghalangi ovulasi, akibatnya ibu sulit hamil).
  • Pernah melahirkan bayi lebih dari 4 kg.
  • Pernah mengalami pre-eklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kaki bengkak dan adanya protein dalam urin.
  • Pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan atau meninggal secara tidak jelas.

Perawatan diabetes saat hamil dilakukan terpadu antara dokter kebidanan, dokter penyakit dalam, ahli gizi, dan dokter spesialis anak. Sasarannya, mencapai kadar gula darah yang normal yaitu < 105 mg/dl  (gula darah puasa) dan  < 120 mg/dl (2 jam sesudah makan). Jadi, jika Anda merasa ada faktor risiko dalam kehamilan Anda, segeralah periksa ke dokter untuk penanganan dini.

Diabetes Saat Hamil

Posted in Uncategorized | Leave a comment