Diabetes Gestasional, Apakah Itu ?

Diabetes Gestasional, Apakah Itu ?

 

Diabetes GestasionalDiabetes Gestasional (Diabetes mellitus Gestasional) adalah sejenis diabetes yang dialami oleh perempuan selama masa kehamilan, hal ini di tunjukkan dengan kadar glukosa yang tinggi dalam darah selama masa kehamilan. Wanita dengan diabetes gestasional berisiko lebih tinggi untuk menderita diabetes mellitus tipe 2 (atau diabetes laten autoimun/tipe 1, tetapi tipe 1 sangat jarang dialami) setelah masa kehamilan, sementara anak-anak yang dilahirkan, akan sangat rentan terhadap obesitas pada perkembanganya, dengan kemungkinan akan terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Ada 2 subtipe diabetes gestasional (diabetes yang dimulai selama kehamilan):

  • Tipe A1: tes toleransi glukosa yang abnormal oral (TTGO) tetapi tingkat glukosa darah /normal selama puasa dan 2 jam setelah makan, modifikasi diet memadai untuk mengontrol kadar glukosa
  • Tipe A2: TTGO yang abnormal diperparah oleh tingkat glukosa abnormal selama puasa dan / atau sesudah makan; terapi tambahan dengan insulin atau obat lain yang diperlukan

Apa saja yang perlu anda ketahui tentang diabetes gestasional ini :

  • Terjadi saat masa kehamilan berlangsung
  • 2 sampai 7 % ibu hamil di seluruh dunia mengalaminya
  • Jika tidak mendapat penanganan yang tepat maka akan terjadi kecacatan permanen pada bayi
  • Jika diabetes gestasional tersebut tidak hilang setelah melahirkan maka kemungkinan si ibu sudah mengidap diabetes sebelum mengandung
Diabetes Gestasional, Apakah Itu ?

Diabetes Gestasional, Apakah Itu ?

Apapun bentuk dan jenisnya, penyakit gula darah sangat berbahaya dan harus segera diatasi, jika anda curiga atau menduga adanya kelainan pada gula darah maka jangan pernah ragu untuk menghubungi dokter terkait untuk dapat didiagnosa secepat mungkin agar peluang untuk sembuh lebih tinggi,

Secara jelas, diabetes gestasional tidak mempunyai gejala yang terdeteksi. Pendeteksian akurat akan penyakit ini harus dengan cara tes kadar gula darah di laboratorium. Meskipun begitu, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai pada saat wanita hamil karena memberi peringatan akan risiko terkena diabetes gestasional. Gejala tersebut berupa rasa haus yang teramat sangat dan sering, terlalu naiknya selera makan, dan buang air kecil yang terlalu sering.

Diabetes gestasional bisa menimbulkan komplikasi pada wanita hamil. Misalnya saja menyebabkan kelahiran bayi prematur, peningkatan risiko keguguran, menimbulkan gangguan organ-organ tertentu (jantung dan otak), dan meningkatkan risiko mengandung bayi yang hyperinsulinemia (bayi yang tinggi kadar gula darahnya saat dalam kandungan dan menurun drastis saat dilahirkan).

Beberapa Tanda dan Gejala pada Diabetes Gestasional :

  • Gejala Paling umum adalah poliuria yaitu volume air seni yang berlebih sehingga sering mengalami ingin kencing dengan frequensi yang tinggi.
  • Polidipsia yaitu megalami rasa haus dahaga yang meningkat sehingga ingin minum terus menerus dan berlebihan.
  • Penurunan berat badan dan rasa cepat lelah dan lesu, namun diabtes tipe 2 tidak mengalami penurunan berat badan.
  • Glikosuria yaitu meningkatnya kadar gula pada urin, dan poliuria, menyebabkan kondisi seprti dehidrasi dan polyphagia yaitu kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan nafsu makan.
  • Penglihatan kabur.
  • Infeksi pada daerah kulit sekitar kandung kemih dan daerah vagina.

Dampak Diabetes Gestasional pada ibu hamil adalah :

  • Meningkatkan resikopre-eklamsia dan eklamsia pada ibu hamil
  • Mudahnya terkena infeksi bakteri pada saluran kemih
  • Kehamilan yang beresiko tinggi, biasanya melahirkan melalui operasi caesar
  • Meningkatnya resiko Diabetes Melitus tetap pasca melahirkan
  • Meninggal ketika melahirkan

Dampak Pada Janin :

  • Gangguan Pertumbuhan janin, karena terganggunya asupan makanan dari ibu ke janin
  • Banyak angka kematian janin pada saat kehamilan dan setelah dilahirkan
  • Potensi kelahiran belum cukup umur 9 bulan.
  • Potensi bayi menderita Diabetes Melitus dikemudian hari.

Kabar baiknya adalah pengobatan diabetes gestasional dapat dilakukan, dan biasanya hilang setelah kehamilan. Anda dapat memulai pengobatan sejak dini untuk menurunkan risiko pada anda dan bayi anda. Perawatan yang bisa anda lakukan adalah mengontrol/mengecek kadar gula secara berkala, diet, olahraga, dan obat-obatan :

  • Diet.

Seorang ahli diet atau dokter yang ahli dapat membantu anda untuk membuat rencana diet yang tepat. diet yang anda lakukan harus menyertakan banyak buah-buahan segar, sayuran, dan sejenis padi-padian. asupan kalori dari lemak harus kurang dari 30%.

  • Latihan atau Olahraga.

Olahraga dapat membantu menjaga berat badan tubuh anda pada masa kehamilan, dan membantu mengatur gula darah anda. kegiatan fisik seperti berjalan atau berenang adalah contoh yang baik. Tanyakan pada dokter anda jenis latihan apa yang aman untuk anda. Cobalah untuk tetap aktif selama masa kehamilan, tetapi ingat! jangan berlebihan.

  • Mengecek kadar gula darah.

Dokter akan melakukan tes darah rutin untuk melihat apakah latihan dan rencana diet yang anda lakukan dapat menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Anda mungkin perlu memiliki alat pengecek gula darah di rumah untuk memeriksa gula darah beberapa kali sehari. Dalam beberapa kasus, anda mungkin harus minum obat insulin. Insulin tidak berpengaruh ke dalam tubuh bayi dan tidak berbahaya bagi bayi anda. tetapi anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anda tentang penggunaan insulin.

Diabetes Gestasional, Apakah Itu ?

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*