Diabetes Melitus, apa itu?

Diabetes Melitus, apa itu?

Diabetes Melitus
Diabetes Melitus

Diabetes MelitusDiabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes melitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut.

Insulin bergerak membuat gula ke dalam sel untuk diubah menjadi energi atau sebagai cadangan energi. Namun, jika terlalu banyak glukosa dalam darah sulit untuk membuat insulin bekerja dengan baik. Hal ini dapat terjadi biasanya pada orang yang memiliki usia lebih dari 30 tahun atau lebih tua. Dengan kurangnya aktivitas yang mengeluarkan energi dapat menjadi pemicu tumbuhnya penyakit diabetes melitus. Kadar gula darah dalam batasan normal adalah antara 70 – 110mg / liter.

Semua sel dalam tubuh manusia membutuhkan gula agar dapat bekerja dengan normal. Gula dapat masuk ke dalam sel – sel tubuh dengan bantuan hormon insulin. Jika jumlah insulin dalam tubuh tidak cukup, atau jika sel-sel tubuh tidak memberikan respon terhadap insulin ( resisten terhadap insulin ), maka akan terjadi penumpukan gula di dalam darah. Hal inilah yang terjadi pada pasien diabetes melitus.

Pada penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol, akan terjadi peningkatan kadar glukosa ( gula ) darah yang disebut hiperglikemia. Hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh kita, terutama pada saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah pasien diabetes mellitus.

Penderita diabetes melitus atau penyakit kencing manis di seluruh dunia dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan yang cukup drastis. Diperkirakan 350 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit diabetes. Bahkan yang lebih memprihatinkan, diperkirakan lebih dari 80% kematian akibat penyakit ini terjadi di negara – negara miskin dan berkembang

Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga memperkirakan bahwa jumlah kematian akibat diabetes melitus atau kencing manis ini akan meningkat dua kali lipat atau lebih selama periode 2005 – 2030. Perkiraan WHO ini tentu harus jadi bahan renungan bagi kita semua.

Diabetes melitus dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Diabetes melitus tipe 1,

Penyakit diabetes melitus Tipe 1 adalah penyakit diabetes yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin oleh pankreas. Biasanya menimbulkan gejala sebelum usia pasien 30 tahun, walaupun gejala dapat muncul kapan saja. Pasien DM tipe I memerlukan insulin dari luar tubuhnya untuk kelangsungan hidupnya.

  • Diabetes melitus tipe 2,

Penyakit diabetes melitus Tipe 2 adalah penyakit diabetes yang disebabkan oleh resistensi insulin, sehingga penggunaan insulin oleh tubuh menjadi tidak efektif. Biasanya dialami saat pasien berusia 30 tahun atau lebih, dan pasien tidak tergantung dengan insulin dari luar tubuh, kecuali pada keadaan – keadaan tertentu.

  • Diabetes gestasional,

Penyakit diabetes gestasional adalah penyakit diabetes adalah hiperglikemia yang pertama kali ditemukan saat kehamilan. yakni DM yang terjadi pada ibu hamil, yang disebabkan oleh gangguan toleransi glukosa pada pasien tersebut.

Selain tipe – tipe diabetes melitus, terdapat pula keadaan yang disebut prediabetes.  Kadar glukosa darah seorang pasien prediabetes akan lebih tinggi dari nilai normal, namun belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes melitus. Yang termasuk dalam keadaan prediabetes adalah Toleransi Glukosa Terganggu ( TGT ) dan Glukosa Darah Puasa Terganggu ( GDPT ). Keadaan prediabetes ini akan meningkatkan risiko seseorang untuk menderita diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung atau stroke.

Saat ini jumlah pasien DM tipe II semakin meningkat, dikarenakan pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta pola makan yang tidak sehat.  Faktor risiko untuk DM tipe II antara lain: genetik, lingkungan, usia tua, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, riwayat DM gestasional, serta ras atau etnis tertentu.

Terima kasih telah membaca artikel mengenai penyakit diabetes melitus. Mari kita bahu membahu membantu masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia untuk lebih sadar akan bahaya dari penyakit ini dan lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga diri agar terhindar dari penyakit yang cukup mematikakan ini. Semoga artikel diatas dapat bermanfaa untuk anda … 🙂

Diabetes Melitus, apa itu?

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*