Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

 

Diabetes Melitus  yang tidak terkelola dengan baik dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai gangguan (komplikasi).  Kadar glukosa darah yang tinggi secara terus-menerus selama bertahun-tahun pada akhirnya merusak organ-organ tubuh. Hampir seluruh organ tubuh dapat terpengaruh oleh diabetes kronis: jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, sistem saraf, dll.

Penyebab penyakit diabetes melitus biasanya karena hasil insuli tidak cukup untuk mengakomodasi kadar gula dan sel-sel tubuh tidak merespon insulin. Dan ini biasanya terjadi karena kandungan lemak yang besar dalam tubuh tidak sempurna karena kurangnya aktivitas setiap hari. Penyebab lainya biasanya dikarenakan:

  • Kurangnya insulin karena virus atau faktor gizi pada saat anak-anak tidak memadai.
  • Pengaruh genetik atau keturunan
  • Terjadinya obesitas
  • Tingginya kadar kortikosteroid
  • Adanya kehamilan yang membuat kurangnya kadar insulin dalam darah
  • Tubuh racun yang mempengaruhi kinerja insulin

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

Banyaknya glukosa membuat tubuh menderita banyak penyakit. Penderita penyakit diabetes harus menjaga kestabilan kadar gula darah agar komplikasi diabetes tidak terjadi. Komplikasi penyakit diabetes melitus sangat mungkin menyerang organ-organ tubuh di bawah ini.

Kulit

Komplikasi penyakit diabetes melitus biasanya menyerang kulit. Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri adalah hal utama pada komplikasi diabetes melitus yang menyerang kulit. Rasa gatal juga sering timbul akibat adanya penyakit gula dan hal-hal ini diakibatkan oleh adanya sirkulasi darah yang buruk. Komplikasi diabetes yang menyerang kulit atau yang biasa disebut diabetes dermopathy ditandai dengan adanya bercak merah kecoklatan pada kulit. Komplikasi diabetes ini biasanya terjadi pada mereka yang telah mengidap diabetes selama 10 hingga 20 tahun.

Tulang

Tahukah Anda bahwa kepadatan tulang dapat dipengaruhi oleh adanya penyakit gula tipe 1? Tidak hanya kepadatan tulang, resiko terjadinya fraktur atau patah tulang juga sangat tinggi bagi penderita diabetes melitus. Sedangkan diabetes melitus tipe 2 sepertinya terhindar dari adanya osteoporosis. Untuk mencegah terjadinya pengurangan kepadatan tulang, penderita diabetes melitus tipe 1 dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin D atau diet yang tinggi kalsium.

Ginjal

Ketika insulin tidak diproduksi maka glukosa tidak akan diubah menjadi glikogen sebagai energi, hasilnya adalah glukosa akan terus beredar di pembuluh darah. Sebagai alat filter dalam tubuh, ginjal berfungsi untuk menyaring terlalu banyak darah. Gula dalam darah yang terlalu banyak tentu saja memperkeras kerja ginjal. Kerja keras ginjal yang terus menerus dapat membuat ginjal berhenti untuk bekerja suatu saat nanti.

Mata

Kadar gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan pada organ mata. Kadar gula darah yang kerap kali berubah-ubah dapat menyebabkan masalah keseimbangan cairan pada lensa mata. Lensa mata bisa saja menyerap terlalu banyak cairan yang dapat membuat mata membesar dan membuat penglihatan menjadi kabur. Saraf mata dan pembuluh darah yang mengirimkan darah ke retina juga dapat rusak akibat adanya diabetes. Selain glaukoma dan katarak, diabetes juga dapat menyebabkan kebutaan.

Tekanan darah

Penyakit diabetes melitus dapat mengakibatkan masalah pada jantung yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi. Resiko terhadap stroke menjadi dua kali lipat dalam lima tahun sejak seseorang divonis mengidap diabetes mellitus tipe 2. Penyakit diabetes menyebabkan terjadinya sirkulasi darah yang buruk sehingga mempengaruhi tekanan darah dan gangguan pada jantung.

Kaki

Pasti Anda sering mendengar bahwa seorang penderita diabetes harus diamputasi kakinya. Infeksi pada kaki sering kali membuat para penderita penyakit diabetes terpaksa merelakan kakinya. Infeksi pada kaki ini disebabkan oleh adanya sirkulasi darah yang buruk. Aliran darah ke kaki sering kali terganggu yang akhirnya menimbulkan penyakit pembuluh darah perifer pada kaki. Pembuluh darah ini menyempit karena adanya timbunan lemak. Namun, penderita penyakit diabetes melitus tidak dapat merasakan sakit atau panas akibat penyempitan ini. Yang terjadi adalah infeksi telah berkembang tanpa disadari oleh penderita.

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*