Diabetes Melitus Gestasional

Diabetes Melitus Gestasional

 

Diabetes MelitusDiabetes melitus gestasional adalah salah satu sub-tipe dari diabetes melitus, di mana perempuan yang tak pernah didiagnosis diabetes sebelumnya namun menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi selama kehamilan. Diabetes melitus gestaional merupakan diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan.

Pada wanita hamil, khususnya pada usia kandungan di atas 6 bulan, tingkat glukosa dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Sebagian orang bahkan beranggapan bahwa situasi ini alamiah dialami oleh wanita hamil. Walaupun level glukosa akan kembali normal pasca-melahirkan, diabetes melitus gestasional harus ditangani dengan baik. Jika tidak, maka si ibu akan beresiko mengembangkan diabetes tipe 2 setelah beberapa tahun pasca-kehamilan tersebut.

Diabetes Melitus Gestasional

Diabetes Melitus Gestasional

Apa saja faktor risiko?

Faktor risiko yang umumnya terkait dengan peningkatan diabetes melitus gestasional meliputi:

  • Memiliki riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.
  • Menjadi kelebihan berat badan atau obesitas .
  • Menjadi lebih tua dari 25 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes (terutama jika orang tua atau saudara memiliki diabetes).
  • Jika Anda sebelumnya melahirkan bayi dengan berat lebih dari £ 9.
  • Memiliki glukosa dalam urin Anda.
  • Menjadi Afrika-Amerika, Hispanik, Amerika atau Asia asli.
  • Memiliki “pradiabetes,” juga dikenal sebagai gangguan toleransi glukosa.

Dalam kebanyakan kasus, diabetes melitus gestational umumnya tidak menimbulkan gejala khas sehingga gejala yang muncul seringkali diabaikan. Tapi ada beberapa gejala yang mungkin bisa diperhatikan meliputi:

  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Keluhan yang sering dihubungkan dengan diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, dan kesemutan.

Jika beberapa gejala di atas dialami, penting untuk melakukan pemeriksaan dan tes darah secara rutin selama kehamilan. Tes darah yang dilakukan bisa membantu mendeteksi diabetes gestasional dan membantu Anda menghindari komplikasi yang diakibatkannya baik bagi Anda maupun janin Anda.

Menangani dan Mencegah Diabetes Melitus Gestasional

Tujuan dari berbagai proses berikut adalah untuk menjaga level gula darah tetap normal selama kehamilan. Itu untuk memastikan bahwa ibu dan anak di dalam kandungan tetap sehat.

1.  Memeriksakan bayi secara rutin

Periksakan kesehatan ibu dan kandungan secara teratur selama kehamilan. Monitor kandungan untuk memeriksa ukuran dan kesehatan janin.Lakukan tes ringan yang tidak menimbulkan stres dan tidak sakit untuk ibu dan bayi, seperti menggunakan mesin elektronik yang dapat mendengar detak jantung si bayi dalam kandungan, sehingga dokter dapat mengetahui apakan keadaan janin sehat.

2. Mengatur pola makan atau diet

Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas diet wanita hamil adalah dengan mengkonsumsi berbagai makanan sehat. Periksa setiap label makanan dan konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pola diet yang tepat selama kehamilan.Secara umum, wanita yang terdiagnosa diabetes gestasional sebaiknya memperhatikan beberapa poin berikut:

  • Tidak terlalu banyak mengkonsumsi lemak dan protein
  • Penuhi karbohidrat melalui makanan yang mengandung buah dan sayuran, serta karbohidrat kompleks (roti, sereal dan nasi)
  • Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula seperti soft-drink, jus buah, dan lain sebagainya.

3. Melakukan senam kehamilan

Lakukan aktivitas dan olahraga ringan yang baik untuk wanita hamil dan kandungan, seperti senam kehamilan. Hal tersebut sangat berguna untuk keduanya, sekaligus menjaga level glukosa di dalam darah tetap normal.

Biasanya, pankreas pada ibu hamil dapat menghasilkan insulin yang lebih banyak (sampai 3x jumlah normal) untuk mengatasi resistensi insulin yang terjadi. Namun, jika jumlah insulin yang dihasilkan tetap tidak cukup, kadar glukosa darah akan meningkat dan menyebabkan diabetes melitus gestasional. Kebanyakan wanita yang menderita diabetes melitus gestasional akan memiliki kadar gula darah normal setelah melahirkan bayinya. Namun, mereka memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus gestasional pada saat kehamilan berikutnya dan untuk menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari.

 

Diabetes Melitus Gestasional

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*