Diabetes Melitus Komplikasi

Diabetes Melitus Komplikasi

 

Diabetes Melitus -Mereka yang menderita penyakit diabetes melitus berisiko lebih besar yakni 2-4 kali lebih tinggi untuk mengalami atau terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita penyakit diabetes. Risiko komplikasi ini, bisa terjadi dengan beberapa kondisi, mulai dari faktor genetika, faktor usia, riwayat kesehatan pasien yang ternyata juga menderita penyakit hipertensi atau hiperkolekstorelomia (biasa disebut dengan kelebihan kolesterol) atau juga karena kebiasaan bahkan kecanduan merokok.

Penyakit diabetes melitus berkontribusi cukup tinggi untuk menimbulkan penyakit jantung, hal ini bisa dilihat dari tingginya kadar glukosa di dalam darah yang kemudian menyebabkan penggumpalan darah dan menambah risiko penyumbatan pada pembuluh darah yang berada di dekat jantung atau dengan kata lain menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung, serangan pada otak (stroke) dan kaki (gangrene).

Hampir seluruh organ tubuh dapat terpengaruh oleh diabetes melitus kronis: jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, sistem saraf, dll.

Diabetes Melitus Komplikasi

Berikut adalah 5 jenis komplikasi yang diakibatkan oleh diabetes melitus :

  1. Penyakit kardiovaskuler.

Penderita diabetes melitus lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskelar dua sampai empat kali lipat dibandingkan masyarakat umum. Risiko komplikasi kardiovaskuler ini tergantung pada usia, faktor genetik, serta ada tidaknya hipertensi, hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol), dan kebiasaan merokok.

Diabetes berkontribusi terhadap munculnya penyakit jantung. Seiring waktu, tingginya tingkat glukosa dalam darah menyebabkan penggumpalan darah dan meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dekat jantung (serangan jantung), otak (stroke) atau kaki (gangren).

  1. Penyakit Ginjal (Nefropati).

Jaringan ginjal terdiri dari banyak pembuluh darah kecil yang membentuk sebuah filter yang berperan menghilangkan racun dan limbah dari darah. Diabetes melitus kronis dapat menyebabkan pembuluh-pembuluh darah kecil itu rusak. Diabetes melitus juga membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan kadar glukosa darah yang tidak terserap karena kekurangan insulin atau resistensi insulin. Pada akhirnya, ginjal dapat mengalami kerusakan secara bertahap, mulai dari hyperfiltrasi (pembengkakan ginjal karena bekerja terlalu keras), mikroalbuminuria (kerusakan membran penyaring sehingga sebagian protein masuk ke dalam darah dan urin), sampai akhirnya menjadi gagal ginjal. Risiko gangguan ginjal meningkat bila penderita diabetes juga memiliki tekanan darah tinggi/hipertensi.

  1. Penyakit Syaraf (Neuropati).

Kualitas sirkulasi darah yang buruk akibat diabetes melitus dalam jangka panjang dapat merusak jaringan saraf. Kerusakan sistem saraf yang paling jelas dan umum adalah di bagian kaki dan tungkai yang biasanya ditandai rasa kesemutan, kehilangan sensasi (mati rasa) atau nyeri di jari-jari kaki, kemudian naik secara bertahap hingga tungkai. Jika kaki sudah mati rasa, Anda harus sering memeriksa kaki Anda, karena sangat mungkin Anda tidak merasakan apa-apa bila terjadi luka di kaki (misalnya karena tertusuk kaca). Bila luka itu kemudian menjadi borok yang luas, mungkin satu-satunya terapi adalah amputasi. Neuropati juga dapat mempengaruhi saraf yang mengontrol pencernaan, tekanan darah, denyut jantung dan organ seksual (menyebabkan impotensi).

  1. Penyakit Mata.

Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan organ-organ mata sehingga penglihatan menjadi kabur atau hilang (buta). Penyakit mata akibat diabetes meliputi:

  • Retinopati: kerusakan pada pembuluh darah di retina. Retina adalah jaringan peka cahaya di belakang mata. Retina yang sehat diperlukan untuk penglihatan yang baik.
  • Katarak: pengeruhan lensa mata. Katarak berkembang pada usia lebih dini pada penderita diabetes.
  • Glaukoma: peningkatan tekanan cairan di dalam mata yang menyebabkan kerusakan saraf optik dan kehilangan penglihatan.

Penderita diabetes melitus hampir dua kali lebih mungkin terkena glaukoma dibandingkan orang dewasa lainnya.

  1. Kerentanan terhadap infeksi.

Penderita diabetes melitus cenderung mengalami infeksi lebih sering dan lebih parah daripada orang umum, termasuk infeksi yang sulit disembuhkan pada kulit, gusi, saluran pernafasan, vagina dan kandung kemih. Hal ini karena ada hubungan khas antara infeksi dengan diabetes. Gula merupakan media yang baik untuk pertumbuhan cepat dan berlimpah bagi kuman infeksi. Selain itu, gula darah yang tinggi mengganggu pergerakan sel-sel fagosit yang membunuh kuman.

Diabetes Melitus Komplikasi

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*