Diabetes Melitus Pada Anak

Diabetes Melitus Pada Anak

 

Diabetes Melitus Pada Anak – Diabetes ternyata juga rentan menyerang anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa tren anak-anak yang menderita diabetes mengalami peningkatan. Adapun yang menyebabkan diabetes pada anak multi-faktor yang terutama dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan yang buruk, adanya riwayat diabetes dari keluarga, obesitas, dan lainnya. Tingginya asupan gula pada makanan anak-anak disinyalir menjadi penyebab signifikan terjadinya diabetes pada anak. Lembaga kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan supaya gula yang diberikan kepada anak tidak lebih dari 10 persen dari total energi yang dikonsumsi.

Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2004, anak usia 3-5 tahun seharusnya hanya mengonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per harinya atau setara dengan 5 sendok teh. Sedangkan pada usia 4-6 tahun jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau 8 sendok teh.

Diabetes Melitus Pada Anak

Diabetes Melitus Pada Anak

Apa Saja Gejala Diabetes Melitus Pada Anak ?

Sejatinya, gejala diabetes melitus pada anak bisa timbul dan terjadi dalam waktu beberapa minggu seperti berikut ini:

  1. Haus gejala diabetes melitus pada anak

Salah satu gejala diabetes melitus pada anak yakni meningkatnya rasa haus. Karena kadar gula yang tinggi, anak-anak jadi lebih suka minum banyak air. Terutama, mereka akan tertarik dengan minuman yang dingin dan manis.

  1. Sering buang air kecil gejala diabetes melitus pada anak

Bertambahnya konsumsi air minum otomatis membuat anak sering bolak-balik ke kamar mandi. Jika si kecil sering buang air kecil, maka Anda patut curiga bisa jadi ia terkena diabetes.

  1. Lapar dan penurunan berat badan yang tidak sehat gejala diabetes melitus pada anak

Anak tiba-tiba bisa sangat merasa lapar sehingga frekuensi makan mereka bertambah. Tanpa gula yang ditransfer oleh insulin ke jaringan tubuh, anak jadi mudah kehabisan energi dan sering lapar. Tapi, meskipun sering makan, anak yang terkena diabetes cenderung mengalami penurunan berat badan dalam waktu yang singkat.

  1. Selalu lelah dan gangguan perilaku gejala diabetes melitus pada anak

Diabetesi tidak mempunyai cukup insulin untuk mentransfer gula ke dalam sel. Karena jaringan pada tubuh kekurangan tubuh, maka pasien diabetes sering mengeluh kelelahan. Hal ini pun terjadi pada anak yang terkena diabetes. Gula darah tinggi juga bisa memicu anak menjadi labil atau mudah jengkel.

  1. Masalah penglihatan gejala diabetes melitus pada anak

Karena gula darah yang tinggi, maka cairan di tubuh akan dilepas sebagai kompensasinya, termasuk juga cairan pada mata. Namun, seringkali gangguan penglihatan pada anak dikaitkan dengan kebiasaannya menonton TV atau bermain komputer.

  1. Infeksi jamur gejala diabetes melitus pada anak

Gejala ini khususnya terjadi pada anak perempuan di mana mereka mengalami gatal akibat jamur di area genitalnya. Gejalanya seperti ruam merah pada bokong bayi akibat penggunaan popok.

  1. Ketoasidosis diabetik gejala diabetes melitus pada anak

Jika tak ditangani dengan cepat, kondisi ini akan berakibat fatal. Ketoasidosis diabetik adalah kondisi ekstrem di mana tubuh tidak punya cukup energi untuk memecah lemak hingga saat kadar lemak terlalu tinggi, tubuh bisa menghasilkan produk asam yang berbahaya.

Mencegah Diabetes Melitus Pada Anak

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah mereka dari serangan diabetes yaitu :

  • Cek kondisi kesehatan anak secara berkala. Dalam hal ini, sebagai orang tua harus mengetahui cek jadwal rutin untuk pengecekan kadar gula darah anak.
  • Kurangi atau bahkan hilangkan asap rokok di lingkungan anak.
  • Pastikan aktivitas fisik secara rutin untuk anak. Anda bisa mengajak anak untuk berolahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berlari. Cukupi olahraga rutin setiap harinya, paling tidak 30 menit.
  • Istirahat yang cukup. Meskipun aktivitas fisik penting, namun istirahat juga harus diperhatikan.
  • Kendalikan stres. Bukan hanya orang dewasa. Stres pada anak juga akan mempengaruhi kesehatan secara umum.
  • Diet sehat. Meskipun anak memiliki ‘warisan’ diabetes, Anda harus mengupayakan agar anak tetap mengonsumsi makanan rendah kalori, dan nutrisi yang seimbang seperti vitamin, mineral, dan juga serat.

Diabetes Melitus Pada Anak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*