Diabetes Melitus Pada Anak

Diabetes Melitus Pada Anak

Diabetes Melitus -Semua sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat berfungsi dengan normal dan kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin. Jika tubuh kekurangan insulin atau sel-sel tubuh menjadi resistan terhadap insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis akibat penumpukan. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes (diabetes melitus). Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah yang di atas normal.

Tak hanya orang dewasa yang bisa mengalami penyakit diabetes melitus, khususnya diabetes melitus tipe 1 atau DM1. Anak-anak pun berisiko mengalami penyakit kronis ini. Tak melulu dipengaruhi oleh faktor genetik, penyakit ini juga dipicu pola makan yang tak sehat serta kurangnya aktivitas. Penyakit DM1 yang menyerang anak merupakan kelainan sistemik yang terjadi akibat gangguan metabolisme glukosa. Untuk itu perlu diwaspadai dan perlu dilakukan deteksi dini.

Diabetes Melitus Pada AnakDisarikan dari beberapa sumber, berikut gejala, ciri dan tanda-tanda diabetes melitus pada anak:

  1. Sering buang air kecil atau ngompol. Jangan sepelekan kebiasaan mengompol anak. Sering mengompol tetapi banyak minum bisa menjadi gejala awal diabetes melitus pada anak. Mengompol bukan sekedar faktor anak malas berkemih sebelum tidur atau kelelahan setelah seharian beraktivitas. Mengompol juga dianggap sebagai penanda adanya penyakit diabetes pada anak, yakni diabetes melitus (DM) tipe 1. Ketua Perhimpunan Ahli Endokrinologi Anak Pasifik dr. Aman Bhakti Pulungan,SpA menyebutkan bahwa anak yang sering minum tapi juga sering mengompol adalah gejala awal diabetes melitus tipe 1.
  2. Sering kehausan. Makan banyak tapi berat badan tak bertambah. Anak yang menderita diabetes melitus tipe 1 mengonsumsi banyak makanan, namun tidak diiringi dengan peningkatan berat badan. Malah sebaliknya, berat badan akan terus menurun secara bertahap tanpa sebab yang jelas walaupun makanan yang dikonsumsi melebihi ukuran rata-rata konsumsi setiap harinya.
  3. Cepat lelah.
  4. Mudah marah atau tersinggung. Anak Anda mungkin mengalami pergeseran dalam sikap umum, seperti menjadi lebih lengket, pemarah, atau mudah tersinggung.Napas anak berbau aseton atau asam.
  5. Mudah terkena infeksi jamur pada kulit. Ini adalah gejala yang tidak selalu ada pada setiap orang pengidap diabetes, tapi itu titik penting. Ketika gula darah tinggi, lebih banyak makanan tersedia bagi ragi untuk pakan.
  6. Penglihatan kabur. Penglihatan kabur mungkin lebih sulit untuk mendeteksi pada anak, tetapi perhatikan jika anak Anda menjelaskan perubahan dalam kualitas penglihatannya.
  7. Anak dengan diabetes melitus tipe 1 yang mengalami komplikasi dapat memiliki gejala yang mirip dengan usus buntu seperti sakit perut, muntah,kesadaran menurun atau koma, dan lain sebagainya.

Hal yang terpenting untuk menjauhkan anak Anda dari penyakit diabetes melitus ialah pencegahan dan pengendalian. Pada dasarnya, ada banyak cara untuk menjaga supaya buah hati kesayangan Anda itu tidak terjangkit penyakit diabetes melitus yakni:

  • Berusaha mempertahankan berat badan anak yang sehat dan dianjurkan untuk tidak terlalu gemuk.
  • Dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur atau anak diberikan pengertian untuk aktif secara fisik.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin untuk mendiagnosa lebih dini kalau anak mengidap suatu penyakit tertentu, termasuk diabetes melitus.
  • Memberikan makanan yang sehat, rendah lemak, dan rendah gula.
  • Memberikan konsumsi buah dan sayur yang cukup karena didalamnya terkandung banyak nutrisi dan antioksidan.
  • Mengurangi makanan yang manis-manis seperti gula dan permen.
  • Memperbanyak memberikan susu rendah lemak dan juga makanan berserat.
  • Memonitor tekanan darah dan gula darah pada anak secara berkala.

Diabetes Melitus Pada Anak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*