Diabetes Pada Anak Muda

Diabetes Pada Anak Muda

Diabetes Pada Anak Muda

Diabetes Pada Anak Muda

Diabetes Pada Anak Muda -Beberapa puluh tahun yang lalu, diabetes banyak dialami oleh orang dewasa. Namun akhir-akhir ini, diabetes (DM) tipe 2 juga banyak dialami anak-anak dan remaja. Sayangnya, diabetes jauh lebih sulit diobati pada anak dibandingkan pada orang dewasa.

Sebuah penelitian dilakukan untuk memeriksa pengobatan diabetes pada anak muda dan ingin melihat efektifitas beberapa metode pengaturan gula darah pada remaja yang baru didiagnosis diabetes saat berusia 10 – 17 tahun. Para peneliti menemukan bahwa hampir separuh dari semua peserta gagal menstabilkan gula darahnya selama masa penelitian 4 tahun. Bahkan, 1 dari 5 orang peserta mengalami komplikasi serius. Temuan ini cukup mengejutkan karena karena obesitas dan diabetes semakin meningkat jumlahnya di kalangan remaja. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, gangguan saraf, amputasi dan gagal ginjal.

Mengapa DM semakin banyak menyerang usia muda? Mengapa insiden diabetes tipe 2 meningkat pada anak muda? Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan gaya hidup yaitu kurangnya aktivitas dan obesitas. Obesitas inilah yang nantinya menyebabkan sel-sel di tubuh kita menjadi tidak sensitif lagi terhadap insulin dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes. Selain itu riwayat diabetes tipe 2 pada keluarga, pubertas, perempuan, dan pertumbuhan janin yang terhambat juga merupakan faktor risiko yang meningkatkan insiden terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 didiagnosa pada umur 10-19 tahun.

GEJALA PENYAKIT DIABETES

Untuk mendeteksi seorang anak dengan penyakit DM tipe 2 sangat sulit karena umumnya tidak bergejala atau gejalanya ringan. Sehingga penyakit ini tidak terdiagnosa untuk waktu yang lama. Adapun gejala yang muncul adalah mudah lapar, mudah haus, dan sering buang air kecil. Umumnya 60-90% dari anak muda yang terserang penyakit diabetes tipe 2, menderita kelainan kulit yang disebut “acanthosis nigricans“, yaitu penebalan dan hiperpigmentasi dari kulit di daerah leher dan lipatan-lipatan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya sensitifitas sel terhadap insulin, sehingga insulin tidak dapat dipakai dan beredar bebas di dalam darah. Insulin yang tinggi didalam darah ini merangsang aktivitas sel-sel pada kulit. Kelainan kulit ini bisa dijadikan tanda/marker untuk anak muda yang beresiko menderita penyakit diabetes tipe 2.

Penyakit DM dan komplikasinya Jika penyakit DM tidak segera diatasi, dapat muncul berbagai komplikasi seperti stroke, kelainan jantung, kelainan pembuluh darah dan saraf di kaki serta kelainan pada ginjal. Oleh karena itu sebaiknya jangan sampai anda terkena penyakit ini. Terutama bagi anak-anak muda dengan faktor risiko seperti yang dijelaskan diatas, mulailah ubah gaya hidup anda. Mulai coba turunkan berat badan pada orang dengan berat badan berlebih, olahraga secara teratur, dan kurangi konsumsi makanan “junk food” serta perbanyak konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Namun jika kadar glukosa dalam darah masih tinggi diperlukan terapi farmakologis. Terapi yang digunakan berupa obat hipoglikemi oral ataupun insulin.

Diabetes pada anak dapat menyebabkan komplikasi akut dan kronis. Komplikasi akut yang dapat berujung pada kematian pasien adalah hiperglikemi karena diabetes belum diobati serta hipoglikemi karena pengobatan yang berlebihan. Komplikasi kronis adalah kelainan pembuluh darah besar di jantung dan otak ataupun pembuluh darah kecil pada mata, ginjal, dan serabut saraf.

Hiperglikemi dapat menyebabkan anak selalu lapar, sering kencing, dehidrasi, lemah, kejang, penurunan kesadaran, dan meninggal mendadak. Hipoglikemi sering membuat anak emosional, lelah, keringat dingin, pingsan, dan kerusakan sel permanen sehingga mengganggu fungsi organ dan proses tumbuh kembang anak.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes pada anak muda , diantaranya:

  • menerapkan pola hidup sehat,
  • mengatur pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan gula,
  • kurangi makanan junk food dan minuman bersoda, dan
  • ajarkan si kecil untuk rutin berolahraga secara teratur.

Diabetes Pada Anak Muda

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*