DIABETES PADA IBU HAMIL

DIABETES PADA IBU HAMIL

DIABETES PADA IBU HAMIL -Saat hamil, ada beberapa kondisi kesehatan tubuh yang perlu diperhatikan oleh calon ibu, salah satunya adalah Diabetes Gestasional atau diabetes pada ibu hamil. Kondisi menurunnya kemampuan organ pankreas untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup atau kondisi tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan pankreas secara efektif saat hamil disebut diabetes gestasional. Kenapa ini bisa terjadi? Asal kita tahu, saat hamil, hormon dalam tubuh berubah layaknya roller coaster dan akhirnya bisa membuat sel-sel tubuh tidak bereaksi sebagaimana mestinya. Jadi kalau tadinya pankreas bekerja dengan baik, bukan tidak mungkin saat hamil si pankreas ‘ngambek’ jadi tidak dapat bekerja maksimal.
Risiko diabetes pada ibu hamil memang cukup tinggi. Kenali gejalanya sedini mungkin agar dapat diatasi dengan tepat dan tidak meninggalkan risiko pada janin Anda.
Diabetes pada ibu hamil dapat didiagnosis dengan 2 pemeriksaan, yaitu gula darah puasa dan gula darah sewaktu (2 jam setelah makan). Batasan gula darah puasa 100 mg/dl, dan batasan gula darah sewaktu 140 mg/dl. Lebih dari itu digolongkan diabetes.
Kenali Gejalanya. Kenali gejalanya sedini mungkin, Bunda. Sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan. Karena diabetes pada ibu hamil bisa berpengaruh terhadap janin. Waspadai jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:
1. Banyak kencing (poliuria).
2. Banyak minum (polidipsia).
3. Banyak makan (polifagia).
4. Berat badan turun drastis.
5. Keluhan yang sering dihubungkan dengan diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, kesemutan.
Jika gejala-gejala tersebut ternyata memang Anda rasakan saat hamil, segera periksakan ke dokter.Mungkin saja anda terkena diabetes pada ibu hamil.

Diabetes Pada Ibu Hamil

Mengobatinya. Untuk mengobati diabetes pada ibu hamil, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:
1. Diet. Kurangi konsumsi gula sederhana -biasanya terdapat pada minuman dan camilan manis– dan atur pola makan sesuai kebutuhan kalori ibu hamil. Sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi. Kontrol darah berkala, baik saat kontrol rutin maupun periksa sendiri. Beli alat pengukur kadar gula darah yang praktis.
2. Suntik insulin. Karena selama hamil tidak boleh makan obat-obatan penekan gula darah yang merangsang produksi insulin, maka digunakan suntikan insulin.
3. Pantau hipoglikemi, jangan sampai gula darah drop. Ngemil teratur tapi bukan camilan manis.
4. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, dan merapikan rumah yang tak terlalu berat bagi ibu hamil, akan menurunkan kadar gula darah.
Ibu hamil penderita diabetes memang cukup berisiko dalam kehamilannya, sehingga harus benar-benar menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan tersebut harus rutin dilakukan untuk mengontrol stabilnya gula darah dalam tubuh selama kehamilan. Karena, pada ibu hamil yang menderita diabetes, biasanya gula darahnya akan sulit terkontrol. Jika gula darah pada ibu hamil tidak terkontrol, yakni gula darah tinggi maupun rendah, bisa berdampak buruk pada ibu maupun janin yang dikandungnya.
Diabetes pada ibu hamil biasanya cenderung mengalami infeksi, yakni infeksi vaginal, infeksi saluran kemih, dan infeksi nifas. Dalam buku ini juga disebutkan bahwa kehamilan dengan diabetes cenderung lambat dalam penyembuhan luka, selanjutnya 25% kehamilan dengan diabetes akan mengalami pre-eklampsia. Di masa kehamilan pula, wanita hamil yang memiliki riwayat diabetes, namun memiliki kondisi yang baik dengan gula darah terkendali, bisa menjadi diabetes yang tidak terkendali di masa kehamilan. Begitu pula dengan diabetes gestasional yang dapat menjadi diabet berat dan sulit dikendalikan di masa kehamilan. Selain itu, diabetes pada ibu hamil cenderung memiliki cairan amnion yang berlebihan (hidramnion) dan juga risiko kehamilan prematur. Sementara itu, pengaruh diabetes pada ibu hamil pada janin dengan kondisi yang tidak terkontrol, dapat menimbulkan hiperglikemia pada janin. Hiperglikemia pada janin akan meningkatkan sekresi insulin fetal yang bisa memicu tumbuhnya janin lebih besar atau abnormal. Tentu bayi dengan pertumbuhan abnormal ini akan memperbesar risiko sulit dilahirkan dan bisa pula mengalami cidera saat dilahirkan nanti.
Jaga kesehatan saat hamil sebaiknya seperti yang dijelaskan di atas supaya gula darah anda bisa dikendalikan dan terhindar dari berbagai komplikasi kehamilan.Sekian artikel diabetes pada ibu hamil.Semoga bermanfaat.

DIABETES PADA IBU HAMIL

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*