Gejala Diabetes Melitus Dan Pencegahannya

Gejala Diabetes Melitus Dan Pencegahannya

 

Gejala Diabetes MelitusGejala diabetes melitus tidak selalu ada karena sebagian besar penderita diabetes bersifat asimtomatik (tidak menunjukkan gejala diabetes mellitus) artinya tidak ada gejala yang menunjukkan bahwa orang tersebut menderita.Mungkin anda bertanya kenapa? Karena sebagian dari penderita masih dalam tahap akut atau belum parah, dimana pada fase ini mereka biasanya tidak mengalami gejala diabetes mellitus yang khas, berbeda dengan mereka yang sudah kronik. Ini menginformasikan kepada anda bahwa semakin dini kita mengetahui diagnosis diabetes mellitus, maka akan semakin mudah untuk diobati. Jadi, Sesekali tidak ada salahnya anda memeriksakan kadar glukosa anda.

Gejala Diabetes Melitus Dan Pencegahannya

Gejala Diabetes Melitus

Berikut gejala diabetes melitus yang harus Anda waspadai :

Cepat haus

Polidipsia adalah kondisi dimana seseorang merasakan haus yang berlebihan dan seringkali merupakan gejala diabetes melitus. Terkadang seseorang akan merasa kering di daerah dalam mulut. Namun, gejala diabetes melitus seperti ini tidak berarti seseorang pasti menderita diabetes karena orang yang melakukan aktivitas berat dan cuaca panas juga bisa membuat kita gampang haus. Namun, waspadai jika Anda masih tetap haus bahkan setelah banyak minum. Gampang haus terjadi karena kadar gula berlebih dalam darah menyerap air terus menerus dari jaringan sehingga membuatnya dehidrasi.

Banyak buang air kecil

Banyak minum berarti sering juga buang air kecil. Lebih sering buang air dari biasanya dan volume air seni yang abnormal dinamakan poliuria. Orang dewasa normalnya mengekskresikan satu sampai dua liter air seni setiap harinya. Jangan remehkan kondisi selalu ingin buang air kecil, terutama di malam hari karena kemungkinan merupakan gejala diabetes melitus. Dehidrasi parah akibat sering kencing dapat memengaruhi fungsi ginjal.

Cepat lapar

Poliphagia adalah kondisi dimana seseorang mengalami rasa lapar yang berlebih dan merupakan satu dari tiga gejala diabetes melitus. Kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah dan tubuh kehabisan energi. Otak akan mengira kurang energi itu karena kurang makan sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar.

Penurunan berat badan

Walau nafsu makan meningkat, penderita diabetes dapat mengalami penurunan berat badan, bahkan sangat drastis. Menjelang dewasa, berat badan manusia cenderung stabil dari tahun ke tahun. Turun atau naik 1-2 kilo adalah lazim, tapi berhati-hatilah bila perubahannya sampai 5 persen dari berat badan. Karena kemampuan metabolisme glukosa terganggu, tubuh akan menggunakan apapun lain sebagai ‘bahan bakar’, misalnya otot dan lemak sehingga orang akan tampak kurus.

Rasa lelah dan lemah yang tidak biasa

Gejala diabetes melitus yaitu rasa lelah yang tidak biasa. Kekurangan gula akan menyebabkan kekurangan energi. Kerja tubuh akan melambat dan malah membakar otot atau lemak selama beraktivitas.

Pandangan kabur

Gejala diabetes melitus yaitu pandangan kabur. Gula darah yang terlalu tinggi akan mengambil cairan dari tubuh, bahkan cairan dalam lensa mata! Dehidrasi jenis ini akan memengaruhi kemampuan berkonsentrasi dan berakhir pada kehilangan penglihatan total bila tidak dirawat dalam jangka waktu yang lama.

Pemulihan luka yang lama atau sering infeksi

Diabetes tipe 2 memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka atau melawan infeksi. Luka yang butuh berminggu-minggu untuk pulih berpotensi terkena infeksi dan membutuhkan pengobatan medis. Bila Anda sering mengalami ini, waspadalah akan penyakit di baliknya, termasuk gejala diabetes melitus.

Warna kulit gelap

Berubahnya warna kulit gejala diabetes melitus. Penderita diabetes tipe 2 memiliki bercak gelap, kulit lembek dan lipatan di badannya. Kondisi ini bernama acanthosis nigricans. Biasanya bercak dan lipatan ini terdapat di daerah ketiak dan sekitar leher. Kondisi ini juga menandakan gangguan insulin.

Mencegah Penyakit Diabetes Ini Caranya !

  1. Kurangi Berat Badan

80% penyakit diabetes dialami oleh kelebihan berat badan. Di sebuah penelitian oleh para ahli mengatakan bahwa orang dewasa yang kegemukan, mengurangi resiko penyakit diabetes mereka sebesar 16% untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Jadi, upayakan berat badanmu dalam kisaran normal.

  1. Porsi Makan yang Cukup

Saat makan cobalah untuk menseleksi makanan mana yang terbaik untuk anda makan, dan jangan terlalu berlebihan saat makanan. Dan cobalah untuk mengatur waktu makan anda seperti, 3 kali sehari.

  1. Hindari Merokok

Selain berhubungan dengan penyakit diabetes atau kencing manis, merokok juga dapat memicu munlunya penyakit jantung dan kenker paru-paru. Dan merokokpun dapat menurunkan kemampuan tubuh kita untuk memanfaatkan hormon pengatur kadar gula darah.

  1. Sering-sering Olahraga

Dengan melakukan aktivitas ini maka kadar gula yang ada di dalam tubuh anda, akan membantu untuk mengantarkan glukosa ke bagian-bagian tubuh yang memerlukan energi.

Gejala Diabetes Melitus Dan Pencegahannya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*