Perencanaan Gizi Penderita Diabetes

Perencanaan Gizi Penderita Diabetes

Perencanaan Gizi Penderita Diabetes

Perencanaan Gizi Penderita Diabetes – Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu negara. Walaupun belum ada survei nasional, sejalan dengan perubahan gaya hidup termasuk pola makan masyarakat Indonesia diperkirakan penderita diabetes ini semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa ke atas pada seluruh status sosial ekonomi.

Saat ini upaya penanggulangan penyakit diabetes belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada penyakit jantung kronis, hipertensi, otak, sistem saraf, hati, mata dan ginjal. Diabetes merupakan salah satu penyakit degeratif, dimana terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dan dalam urin (glukosuria).

 

Apa Kaitan Gizi Dengan Diabetes?

Diabetes adalah gangguan metabolisme karbohidrat yang merupakan salah satu unsur zat gizi makro. Gangguan metabolisme ini juga menyebabkan gangguan metabolisme zat gizi lain yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral yang mana proses metabolisme tubuh itu saling berinteraksi antarsemua unsur zat gizi. Oleh karena itu, diabetes adalah merupakan salah satu dari “Nutrition Related Disease” di mana gangguan salah satu metabolisme zat gizi dapat menimbulkan penyakit. Terapi diet adalah penatalaksanaan gizi paling penting pada penderita diabetes.

Tanpa pengaturan jadwal dan jumlah makanan serta kualitas makanan sepanjang hari, sulit mengontrol kadar gula darah agar tetap dalam batas normal. Bila dibiarkan dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan komplikasi, baik akut atau kronis, yang akhirnya membahayakan keselamatan penderita DM sendiri dan memengaruhi produktivitas kerja. Contohnya pada penderita diabetes yang mengalami luka gangren yang harus diamputasi karena kadar gulanya selalu tinggi sehingga lukanya tidak dapat sembuh.

 

Perencanaan Gizi Penderita Diabetes

  1. Penilaian kondisi pasien

Perencanaan gizi penderita diabetes pertama yaitu penilaian status gizi dengan menghitung Indek Masa Tubuh (IMT) = berat badan (kilogram) atau TB2 (meter) untuk melihat apakah penderita mengalami kegemukan atau obesitas, normal atau kurang gizi. IMT normal pada orang dewasa antara 18,5 sampai 25.

 

  1. Toleransi glukosa

Perencanaan gizi penderita diabetes berikutnya dengan memberikan kadar gula darah (glukosa) apakah dalam batas-batas toleransi normal (terkontrol). Biasanya diperiksa gula darah puasa dan dua jam setelah makan, gula darah sewaktu dan HbAc. Selain itu juga diperiksa kadar gula dalam urin.

 

  1. Komplikasi lain

Perencanaan gizi penderita diabetes lain yaitu pemeriksaan klinis dan laboratorium lebih lanjut perlu dilakukan bila untuk mengetahui apakah sudah ada komplikasi baik akut atau kronik seperti kadar gula darah selalu rendah atau bahkan selalu tinggi, komplikasi ke penyakit jantung, ginjal, hati, pembuluh darah, saraf atau mata.

 

  1. Perencanaan gizi penderita diabetes diet dan mendidik pasien

Mendidik pasien bertujuan agar pasien tersebut dapat mengontrol gula darah, mengurangi komplikasi dan meningkatkan kemampuan untuk merawat diri sendiri. Perencanaan gizi penderita diabetes ini bertujuan agar cukup asupan kalori, protein, lemak, asam mineral, serat, dan air.

Dengan frekuensi makan sepanjang hari disesuaikan dengan pemberian obat anti diabetes atau injeksi insulin. Selain itu kebutuhan kalori dan serat gizi lain disesuaikan dengan status gizi dan kondisi kesehatan penderita. Misalnya bila disertai hipertensi atau tekanan darah tinggi, harus mengikuti diet rendah garam). Perencanaan gizi penderita diabetes dapat menggunakan daftar penukar bahan makanan, sehingga penderita dapat menggunakan daftar itu sendiri.

 

  1. Olahraga

Perencanaan gizi penderita diabetes enderita dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur 3-4 kali setiap minggu. Setidaknya 20-30 menit, misalnya jalan kaki cepat atau senam. Hal ini untuk memperbaiki aktivitas insulin. Selain itu olahraga membantu penurunan berat badan penderita gemuk atau obesitas.

Pada olahraga berat dan lama seperti ski lintas alam, sepeda gunung, dll, dosis insulin perlu diturunkan untuk mencegah hipoglikemia (kadar gula darah turun). Pada penderita DM dianjurkan memperbanyak cairan sebelum, selama, dan sesudah olahraga untuk mencegah dehidrasi.

 

 

Perencanaan Gizi Penderita Diabetes

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*