Salah Paham Diet Diabetes

Salah Paham Diet Diabetes

Salah Paham Diet Diabetes

Salah Paham Diet Diabetes – Telah banyak orang yang salah paham tentang anjuran kewajiban diet untuk diabetes melitus sehingga membuat ketakutan tersendiri terhadap diri diabetesi kemudian mereka mulai membatasi berbagai makanan yang dilarang dan justru semakin membuat mereka menjadi kurang sehat.

Padahal, antara pasien diabetes dengan non-diabetes dianjurkan mengimplementasikan diet yang sama dalam kehidupan harian mereka. Tujuan utama adalah menghindari penyakit akibat kelebihan kalori dan timbunan lemak.

Akan tetapi, jika pada mereka mampu mengolah kelebihan kalori ataupun lemak, maka ini tidak masalah. Perbedaan pokok terkait diet antara diabetesi dan non-diabetes adalah kemampuan mereka dalam mengolah peran insulin dalam hal naik-turun gula darah pada tubuh mereka sendiri. Bagaimana memahaminya ? Mari kita ulas masalah tersebut.

 

  1. Diet bertujuan untuk menyembuhkan penyakit diabetes melitus

Salah paham diet diabetes yang pertama banyak diabetesi mengharap kesembuhan mereka dengan melakukan diet sehingga jika mereka tidak sembuh, mereka menyalahkan ahli diet yang merekomendasikan. Ini adalah salah paham diet diabetes. Yang benar, tujuan diet diabetes adalah untuk menghindari komplikasi penyakit jantung, stroke, kerusakan syaraf, kerusakan ginjal, dan lain-lain akibat peran insulin yang berkurang sehingga kadar gula darah menjadi tinggi.

Diabetes tipe 1 tidak bisa sembuh, dan satu-satunya pengobatan untuk pasien adalah insulin. Akan tetapi, pada pasien diabetes tipe 2 masih bisa diharapkan untuk sembuh, jika masih pada tahap pre-diabetes dan kondisi pankreas belum rusak. Pada pre-diabetes dapat disembuhkan dengan obat dokter yang diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup yang benar.

 

  1. Diet protein lebih baik ketimbang karbohidrat

Salah paham diet diabetes ini mungkin benar, juga bisa salah. Pada orang normal non-diabetes, jika mereka terlalu banyak makan protein, terutama hewani, maka akan meningkatkan resiko resistensi insulin yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Begitu pula dengan orang diabetes, kadang makanan berprotein seperti daging, ada lemak jenuh yang tersembunyi yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Ide yang benar, tubuh tetap butuh karbohidrat dan protein, namun dalam jumlah yang seimbang.

 

  1. Makan gula meningkatkan resiko diabetes

Salah paham diet diabetes berikut penyebab diabetes adalah akibat kerusakan sel-sel beta langerhans di pankreas yang berperan menghasilkan hormon insulin. Insulin berperan mengubah gula menjadi energi. Ada beberapa penyebab utama diabetes yaitu faktor genetik (diabetes tipe 1) dan gaya hidup yang buruk (diabetes tipe 2). Gaya hidup yang buruk seperti malas olah fisik, makan berlebihan, banyak begadang, banyak tidur dan lain-lain, semua ini akan meningkatkan resiko resistensi insulin.

 

  1. Boleh makan banyak karena sudah menyuntikkan insulin

Jika Anda pengguna insulin, sebaiknya salah paham diet diabetes seperti ini ditinggalkan. Memang, insulin bekerja untuk mengubah karbohidrat menjadi energi, namun bukan berarti Anda boleh makan berlebihan. Insulin juga mempunyai daya dan durasi kerja yang terbatas. Jika Anda makan berlebihan tanpa diimbangi dengan aktifitas fisik, maka kelebihan karbohidrat akan disimpan sebagai lemak cadangan. Begitu pula dengan orang normal non-diabetes, jika mereka makan berlebihan tanpa diimbangi aktifitas fisik, maka kelebihan glukosa akan disimpan sebagai timbunan lemak dan kolesterol yang meningkatkan resiko penyakit jantung hingga stroke.

 

  1. Menghindari minyak dan kolesterol

Untuk meningkatkan metabolisme tubuh, manusia membutuhkan lemak berupa keseimbangan jumlah antara LDL dan HDL. Tidak semua minyak atau lemak memberikan dampak buruk bagi tubuh. Ada beberapa sumber minyak yang baik, yaitu minyak tak jenuh rantai tunggal. Minyak ini memberikan kolesterol baik (HDL) yang dapat mencegah penyakit jantung. Anda bisa mendapatkan sumber minyak tak jenuh rantai tunggal seperti minyak zaitun, minyak kanola, minyak biji labu, minyak biji rami (hempseed), dan minyak kayu manis.

 

Lalu, apa pemahaman diet yang benar untuk diabetesi dan orang normal non-diabetes ?

 

Ide yang benar adalah diet yang seimbang dan bantulah pencernaan tubuh Anda dengan berbagai aktifitas fisik. Sebab, tujuan diet untuk diabetes adalah mencegah komplikasi sedangkan tujuan diet bagi non-diabetes adalah mencegah berbagai penyakit organ tubuh dalam seperti jantung, stroke, ginjal, pankreas, dan lain-lain.

Perbaiki pola makan Anda dengan mengonsumsi makanan sehat seperti : sayur-sayuran, biji-bijian, buah-buahan, protein non-lemak jenuh, kacang-kacangan, dan lain-lain. Karbohidrat, gula, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, itu semua tetap dibutuhkan oleh tubuh manusia baik itu pasien diabetes ataupun non-diabetes, namun dalam jumlah yang tersesuai. Sebenarnya, tak ada makanan yang sempurna yang memberi garansi 100% sehat untuk Anda. Namun, ada 3 kunci utama diet diabetes, yaitu:

  1. Jumlah dan jenis makanan yang dimakan
  2. Menghitung jumlah kalori
  3. Memilih makanan ber-Indeks Glikemik rendah.

Kunjungi dokter atau ahli diet di kota Anda untuk mencari informasi tentang pemahaman diet yang benar dan menentukan diet yang harus Anda kerjakan, yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Semoga bermanfaat.

 

 

Salah Paham Diet Diabetes

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*